LombokPost-Kondisi taman pada median jalan Bypass BIL–Mandalika di sejumlah titik tampak tidak terawat. Rumput liar tumbuh tinggi. Beberapa pohon bunga rimbun hingga menjulur ke badan jalan. Kondisi ini berpotensi mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Pantauan di lapangan, median jalan yang seharusnya menjadi elemen penghijauan dan penambah estetika kawasan pariwisata justru terlihat rimbun.
Rumput yang tidak dipangkas membuat tampilan jalan terkesan semrawut. Ranting dan dahan pohon bunga yang menjuntai kerap mengenai kendaraan yang melintas, terutama kendaraan berukuran besar.
Baca Juga: KEK Mandalika Tawarkan Insentif Investasi Lengkap
Sejumlah pengendara mengaku kondisi ini telah berlangsung cukup lama tanpa penanganan. Mereka berharap ada perhatian dari pihak terkait.
Jalur Bypass BIL–Mandalika merupakan akses utama menuju kawasan pariwisata Mandalika yang setiap hari dilalui wisatawan dan masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Tengah Lalu Sarkin, saat dikonfirmasi menjelaskan penataan dan pemeliharaan taman pada median jalan itu bukan kewenangan pemerintah kabupaten.
“Untuk penataan taman di median jalan Bypass BIL–Mandalika itu menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi, karena status jalannya merupakan jalan nasional namun yang kelola taman adalah provinsi,” ujarnya, Selasa (31/3).
Baca Juga: Heboh! Dokter Inggris Magang di Lombok, RS Mandalika Jadi Sorotan Internasional
Meski demikian, pihaknya mengaku tetap melakukan koordinasi jika terdapat kondisi yang berpotensi membahayakan pengguna jalan atau mengganggu keindahan kawasan.
Hal ini penting karena jalur Bypass BIL–Mandalika merupakan wajah depan daerah, terutama bagi wisatawan yang baru tiba dari Bandara Internasional Lombok menuju kawasan Mandalika.
Masyarakat berharap ada penanganan rutin berupa pemangkasan pohon dan pembersihan rumput liar agar median jalan kembali rapi dan aman. Selain meningkatkan estetika, penataan taman yang baik juga dinilai penting untuk mendukung citra kawasan pariwisata unggulan di daerah.
Editor : Akbar Sirinawa