Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ratusan Sekolah di Lombok Tengah Masih Dipimpin Plt, Imbas Banyak Guru Belum Penuhi Syarat Menjadi Kepala Sekolah

Lestari Dewi • Rabu, 1 April 2026 | 08:53 WIB
Sejumlah murid sedang bermain di halaman sekolah saat jam istirahat, beberapa waktu lalu. Saat ini sekitar 107 sekolah diisi pelaksana tugas kepala sekolah di Lombok Tengah.
Sejumlah murid sedang bermain di halaman sekolah saat jam istirahat, beberapa waktu lalu. Saat ini sekitar 107 sekolah diisi pelaksana tugas kepala sekolah di Lombok Tengah.

 

 

LombokPost-Lombok Tengah (Loteng) dihadapkan pada kurangnya jumlah guru yang memenuhi syarat menjadi kepala sekolah (Kasek). Akibatnya, sekitar 107 sekolah, baik tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), belum memiliki kepala sekolah.

Untuk mengatasi persoalan ini, Pemkab Loteng sementara mengangkat Pelaksana Tugas (Plt). Tujuannya agar pelayanan belajar mengajar tetap berjalan.

“Total ada 107 sekolah yang belum memiliki kepala sekolah, sementara kita angkat Plt,” ucap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Loteng Lalu Idham Khalid, Selasa (31/3).

Kurangnya kepala sekolah, kata dia, disebabkan jumlah guru yang memenuhi syarat sangat terbatas. Terlebih adanya regulasi pemerintah pusat yang mensyaratkan guru minimal berpangkat III C dan lulus pelatihan calon kepala sekolah.

Baca Juga: Sampah di Jalur Mandalika Kian Mengkhawatirkan

Sebagai solusi jangka panjang, dinas mengundang para guru di Loteng mengikuti seleksi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS). Dinas menggandeng Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) NTB. Guru yang lulus seleksi akan mengikuti pelatihan selama dua bulan di BGTK NTB.

“Setelah ditetapkan sebagai BCKS, selanjutnya akan disiapkan untuk mengisi posisi atau jabatan kepala sekolah yang kosong,” terangnya.

Disdikbud berharap semakin banyak guru lolos sebagai BCKS. Dengan begitu, ke depan tidak kesulitan mencari calon kepala sekolah karena stok tersedia.

Baca Juga: Kalah Adu Penalti, Italia Kembali Gagal Lolos Piala Dunia Tiga Kali Berturut-turut

“Target kita akhir tahun ini proses pelatihan bagi guru-guru untuk menjadi BCKS bisa rampung. Supaya Januari tahun depan sudah bisa dilakukan pengisian jabatan kepala sekolah yang kosong,” kata Idham.

Terpisah, Wakil Ketua I DPRD Loteng Lalu Muhammad Akhyar mengatakan, persoalan pendidikan harus dipersiapkan sejak awal, termasuk kepala sekolah agar tidak terjadi kekurangan. “Artinya, pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk siapkan kaderisasi kepala sekolah,” katanya.

Menurut dia, kekurangan kepala sekolah bukan semata-mata karena tidak ada guru yang siap. Diperlukan langkah strategis dari Disdikbud dalam mengkaderisasi guru.

“Masa sih kita punya jumlah guru sekian banyak tidak ada yang bisa menjadi kepala sekolah. Saya yakin teman-teman guru siap kok jadi kepala sekolah,” ucap politisi Golkar ini.

Editor : Akbar Sirinawa
#Lombok Tengah #dinas pendidikan dan kebudayaan #Loteng #kepala sekolah