LombokPost-Puluhan lampu penerangan jalan umum (PJU) yang padam di Kota Praya mulai diperbaiki Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Tengah (Loteng) menjelang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi NTB ke-XXXI.
Perbaikan difokuskan pada jalur protokol dan titik keramaian.
“Untuk tahap awal ini ada sekitar 35 titik PJU yang diperbaiki. Hasilnya sudah bisa dilihat kalau malam, sekarang sudah terang,” ujar Kepala Dishub Loteng Baiq Sri Damayanti Wiradharma , Senin (4/5).
Yanti menjelaskan, pihaknya saat ini masih memprioritaskan kawasan inti Kota Praya. Setelah seluruh titik di kawasan tersebut tuntas, perbaikan akan dilanjutkan ke wilayah lain yang juga mengalami kerusakan.
Baca Juga: CCTV Disiapkan Awasi Parkir, Cegah Kebocoran Retribusi di Lombok Tengah
Namun, ia mengakui terdapat kendala teknis dalam percepatan perbaikan. Saat ini, pemeliharaan masih memanfaatkan stok lampu lama sambil menunggu proses pengadaan lampu baru selesai.
“Perbaikan yang sekarang kita lakukan masih memanfaatkan stok lampu lama, sembari menunggu proses pengadaan lampu baru tuntas,” katanya.
Ia menambahkan, keterbatasan sarana dan prasarana menjadi tantangan utama.
Dishub saat ini hanya memiliki satu unit mobil hidrolik untuk melayani pemeliharaan ratusan PJU di seluruh Lombok Tengah.
Sementara jumlah teknisi mencapai 12 orang yang terbagi dalam tiga tim. Sekitar 30 persen PJU di daerah tersebut juga dilaporkan dalam kondisi mati total.
Baca Juga: Mandalika Digadang Jadi Hub Motorsport, Penyelenggaraan GTWCA Semakin Baik
“Kendalanya saat tim mau turun bersamaan, mobil hidroliknya cuma satu. Belum lagi kalau mobil itu dipinjam dinas lain atau PLN. Idealnya kita harus punya tiga unit mobil hidrolik agar pelayanan lebih maksimal,” bebernya.
Kondisi tersebut mendapat perhatian Wakil Bupati Lombok Tengah M Nursiah.
Ia menegaskan perbaikan PJU menjadi salah satu program prioritas daerah, mengingat keluhan masyarakat terkait lampu jalan yang padam cukup sering muncul.
“Kepala dinas saat ini sangat proaktif menyampaikan kendala lapangan. Masalah PJU ini memang prioritas karena menyangkut kepentingan publik,” kata Nursiah.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan titik yang harus segera ditangani. Selain itu, penambahan armada mobil hidrolik dan material lampu akan diusulkan dalam APBD Perubahan mendatang.
“Lokasinya di mana saja dan berapa kebutuhannya, itu harus disampaikan secara detail saat pembahasan APBD Perubahan nanti, termasuk pengadaan alat pendukungnya,” pungkasnya.
Editor : Kimda Farida