Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Badan Penghubung NTB Bersama DPR RI Lalu Hadrian Bantu Pemulangan PMI Esan Sampai Rumah

Lestari Dewi • Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:44 WIB
Kepulangan Ihsan, umur 35 tahun, yang akrab disapa Esan, ke kampung halamannya di Desa Kabul, Lombok Tengah menjadi momen penuh haru dan syukur bagi keluarga besarnya.
Kepulangan Ihsan, umur 35 tahun, yang akrab disapa Esan, ke kampung halamannya di Desa Kabul, Lombok Tengah menjadi momen penuh haru dan syukur bagi keluarga besarnya.

 

LombokPost-Kepulangan Ihsan, umur 35 tahun, yang akrab disapa Esan, ke kampung halamannya di Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi momen penuh haru dan syukur bagi keluarga besarnya. 

Setelah 20 tahun merantau ke Malaysia sejak 2007 dan sempat menjalani hukuman penjara selama sembilan tahun, Esan akhirnya bisa kembali ke tanah kelahirannya berkat bantuan berbagai pihak, termasuk Badan Penghubung NTB di Jakarta dan Anggota DPR RI, Lalu Hadrian Irfani.

Dalam suasana emosional setibanya di Lombok, Esan mengungkapkan rasa terima kasih mendalam kepada semua pihak yang telah membantu proses kepulangannya, mulai dari pengurusan administrasi hingga pengawalan perjalanan dari Jakarta sampai ke rumah keluarganya di Lombok Tengah.

Baca Juga: Pemkab Loteng “Bersih-bersih” Indomaret dan Alfamart, Diminta Tutup Mandiri Paling Lambat 16 Mei

“Ya gak bisa terbalas bantuan dari semua pihak,” ucap Esan singkat namun penuh makna, Sabtu (16/5).

Selama bertahun-tahun menjalani hidup di balik jeruji besi, kerinduan untuk kembali berkumpul bersama keluarga menjadi kekuatan utama yang membuatnya bertahan dan tetap berpikir positif.

Di tempat yang sama, Jhoni Sutangga, pihak keluarga yang aktif mengoordinasikan proses pemulangan Esan, menjelaskan bahwa banyak pihak bergerak cepat untuk memastikan Esan dapat segera pulang ke rumah. 

Ia menyoroti peran besar Badan Penghubung NTB di Jakarta yang sejak awal membantu proses penjemputan hingga keberangkatan ke Lombok.

Baca Juga: Gerbong Mutasi Polres Loteng Bergerak, Sejumlah Kasat dan Kapolsek Resmi Berganti

“Saya membangun komunikasi ke semua pihak, terutama Badan Penghubung NTB yang punya peran besar. Mereka yang menjemput dari BP3MI, membawa ke Wisma NTB, hingga mengantar ke bandara tadi pagi sampai Ihsan naik pesawat,” ujar Jhoni.

Ia juga mengungkapkan bahwa proses kepulangan Esan melalui jalur penerbangan sangat terbantu oleh perhatian dan dukungan dari Lalu Hadrian Irfani beserta stafnya.

“Urusan penerbangannya ke Lombok itu kita dibantu sama Lalu Hadrian Irfani. Beliau lewat stafnya mengurus penerbangan Ihsan. Staf Badan Penghubung juga mengawal sampai Esan naik pesawat tadi,” lanjutnya.

Baca Juga: 25 Ritel Modern di Lombok Tengah Tutup Massal, Bagaimana Nasib 151 Karyawannya?

Selain itu, Jhoni turut menyampaikan apresiasi kepada rekan-rekan di Dinas Tenaga Kerja Provinsi NTB yang membantu proses administrasi sejak awal hingga koordinasi dengan BP3MI di Jakarta.

Kini, setelah dua dekade terpisah dari kampung halaman, Esan akhirnya kembali berkumpul bersama keluarganya. 

Meski harus menerima kenyataan pahit karena sang ayah telah meninggal dunia saat dirinya masih berada di perantauan, Esan mengaku bersyukur akhirnya bisa pulang.

Baca Juga: ITDC Perkuat Sistem Keselamatan Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika

Ziarah ke makam sang ayah menjadi tujuan pertama yang ingin ia lakukan untuk melepas rindu yang tertahan selama bertahun-tahun. 

Editor : Kimda Farida
#Bantu pemulangan #anggota dpr ri lalu hadrian irfani #Lombok Tengah #Badan Penghubung Daerah NTB #PMI