LombokPost-InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mengalokasikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) seluas 363 hektare di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika, Lombok Tengah (Loteng).
Luasan itu mencapai sekitar 30 persen dari total kawasan sebagai bagian penguatan ketahanan ekologis dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Direktur Komersial & Marketing ITDC Febrina Mediana menegaskan, keberadaan RTH di The Mandalika bukan sekadar elemen estetika visual.
RTH diposisikan sebagai infrastruktur hijau untuk mendukung daya saing pariwisata sekaligus mengurangi dampak perubahan iklim.
“Penguatan RTH di The Mandalika diarahkan untuk menghadirkan ekosistem destinasi yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan. Melalui pengembangan pengalaman wisata berbasis alam, seperti aktivitas outdoor, wellness, dan rekreasi di kawasan pesisir, RTH menjadi bagian penting dalam mendorong gaya hidup sehat dan memperkuat koneksi manusia dengan alam,” ujar Febrina, Minggu (17/5).
Baca Juga: Pemkab Loteng “Bersih-bersih” Indomaret dan Alfamart, Diminta Tutup Mandiri Paling Lambat 16 Mei
Dari total 363 hektare alokasi RTH, kata Febrina, sekitar 19 persen di antaranya telah dikelola secara aktif oleh ITDC sebagai pusat konservasi dan peningkatan kualitas lingkungan.
The Mandalika juga mengintegrasikan konsep green space (ruang vegetasi) dan blue space (elemen air seperti pantai, laguna, dan area konservasi).
Perpaduan itu dinilai strategis untuk mengendalikan suhu mikro, meningkatkan daya serap air, hingga mitigasi bencana di wilayah pesisir.
Komitmen itu juga dilakukan melalui program rehabilitasi lingkungan.
Sepanjang 2025, ITDC menanam lebih dari 10.400 pohon. Memasuki 2026, ITDC menargetkan penanaman 15.000 pohon mangrove di sepanjang garis pantai.
“Penanaman belasan ribu mangrove ini menjadi langkah strategis kami untuk memperkuat perlindungan alami terhadap abrasi sekaligus memulihkan kualitas habitat pesisir di Mandalika,” tambah Febrina.
Melalui penataan antara pembangunan fisik dan konservasi alam, KEK Mandalika diharapkan mampu menghadirkan pengalaman wisata yang berkelanjutan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Wisatawan tidak hanya menikmati sirkuit dan pantai, tetapi juga lingkungan yang asri dan udara bersih.
ITDC optimistis investasi jangka panjang pada sektor lingkungan akan memberikan nilai tambah bagi masyarakat lokal dan kelestarian ekosistem pesisir Lombok.
“Kami menempatkan RTH untuk menjaga keseimbangan ekosistem, meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim, serta mendukung pengembangan pariwisata Indonesia yang berkelanjutan, resilien, dan rendah karbon,” pungkas Febrina.
Editor : Kimda Farida