Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

ITDC Cari Investor Baru untuk SWRO, Butuh Minimal Dua Pemasok Air Bersih di KEK Mandalika

Lestari Dewi • Jumat, 29 Mei 2026 | 13:50 WIB
Troy Reza Warokka
Troy Reza Warokka

 

LombokPost-InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) membuka peluang kerja sama dengan investor baru untuk mengaktifkan kembali fasilitas Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) di kawasan The Mandalika.

Fasilitas penyulingan air laut itu berhenti beroperasi sejak 2025, sehingga pasokan air bersih kawasan kini bergantung pada SPAM Mandalika.

Direktur Operasi ITDC Troy Reza Warokka mengatakan, sebagai kawasan pariwisata kelas dunia, The Mandalika tidak boleh hanya bergantung pada satu sumber penyuplai.

Idealnya, harus ada minimal dua sumber air bersih untuk menjamin stabilitas pasokan ke hotel, sirkuit, dan fasilitas penunjang lainnya.

“Pasokan air di kawasan The Mandalika harus bagus. Maka keberadaan SWRO ini penting, jangan sampai mati,” tegas Troy, Kamis (28/5).

Baca Juga: Tukar Guling Aset Pemkab Loteng dan ITDC Berproses di Tahap Administrasi

Terkait mandeknya operasional dengan investor asal Amerika Serikat sebelumnya, Troy mengatakan, pembahasan saat ini berjalan positif.

Kedua belah pihak sama-sama berkomitmen menyelesaikan persoalan secara baik-baik.

“Terkait persoalan SWRO akan kita bereskan. Ini lebih pada persoalan business to business (BtoB) dan kita upayakan ambil keputusan yang baik,” ujarnya.

Saat ini, ITDC tengah merunut dan mengkaji ulang seluruh simpul persoalan yang memicu berhentinya operasional SWRO.

Evaluasi mendalam ini penting agar keputusan akhir yang diambil nantinya tidak keliru dan menguntungkan semua pihak.

Baca Juga: Singapura hingga AS Kepincut, Segini Total Investasi yang Banjiri KEK Mandalika!

Langkah penyelesaian ini juga menjadi momentum untuk membuktikan bahwa Indonesia, khususnya kawasan The Mandalika, sangat ramah terhadap investasi.

 ITDC memastikan akan mencari solusi terbaik tanpa ada pihak yang dirugikan.

“Semua harus merasa diuntungkan dengan keputusan akhir yang diambil nantinya,” pungkas Troy.

Sebagai informasi, Wakil Ketua Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi (Satgas P3-MPPE) sekaligus Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti indikasi konflik kepentingan (conflict of interest) yang dilakukan ITDC.

Konflik ini bermula dari aduan PT Perusahaan Air Indonesia Amerika (PAIA). Perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) patungan antara investor Amerika Serikat, Singapura, Arab Saudi, dan PT Adhi Karya ini merasa dirugikan secara sepihak oleh ITDC.

Baca Juga: Pesan Pamit Priandhi Satria Usai Lepas Jabatan Direktur Utama MGPA

PT PAIA yang mengoperasikan fasilitas desalinasi air laut (Sea Water Reverse Osmosis/SWRO) terpaksa menghentikan produksi setelah anak usaha ITDC, yakni PT ITDC Nusantara Utilitas (NU), secara sepihak menghentikan serapan air dan beralih menggandeng Perumdam Loteng sebagai pemasok utama.

Menurut Purbaya, tindakan pengelola kawasan yang mengundang investor asing lalu menciptakan anak usaha untuk menjadi kompetitor langsung menjadi preseden buruk bagi iklim investasi. 

Editor : Kimda Farida
#investasi #air bersih #ITDC #Swro #KEK Mandalika