LombokPost-Ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) 2026 dipastikan tidak sekadar menjadi panggung kompetisi syiar Islam. Lebih dari itu, gelaran ini diproyeksikan mampu mendongkrak perekonomian lokal secara signifikan.
Sebagai tuan rumah, Pemkab Lombok Tengah (Loteng) memasang target tinggi. Perputaran uang selama momentum ini diestimasi mampu menembus Rp 30 miliar hingga Rp 40 miliar.
“Kami menargetkan perputaran ekonominya hingga Rp 40 miliar,” ucap Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng Lalu Firman Wijaya saat konferensi pers di kantor bupati, Kamis (4/6).
Baca Juga: Sirkuit Mandalika Jadi Venue MTQ NTB, Persiapan Sudah 80 Persen
Target itu dinilai realistis. Datangnya 900-an kafilah, dewan hakim, official, hingga para pencinta Alquran dari seluruh penjuru Bumi Gora dipastikan akan membawa efek domino yang langsung menyentuh perekonomian masyarakat Gumi Tatas Tuhu Trasna (Tastura).
“Kita tidak hanya membidik sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi sebagai tuan rumah. Namun, sukses ekonomi masyarakat juga menjadi prioritas utama. Kehadiran ribuan tamu ini adalah pasar potensial yang harus kita tangkap,” ungkapnya.
Berdasarkan pemetaan di lapangan, kata Sekda, perputaran modal dalam skala besar ini akan mengalir ke sejumlah sektor riil. Antara lain, sektor akomodasi dan perhotelan seperti hotel, homestay, hingga rumah warga yang disewa sebagai pemondokan kafilah.
Kemudian sektor kuliner dan jasa boga. Kebutuhan konsumsi harian berskala besar siap menghidupkan rumah makan lokal, katering, hingga pedagang kaki lima.
Sektor transportasi dan jasa juga dipastikan mendapat dampak seiring tingginya mobilitas antar-panggung utama dan lokasi pemondokan.
Di sisi lain, Pemkab sudah menyediakan empat unit mobil dan dua unit motor yang bisa dipergunakan selama acara bagi setiap kafilah kabupaten/kota.
“Terakhir pada sektor UMKM dan kreatif seperti aneka kerajinan khas Sasak, kain tenun Sukarara, hingga produk olahan makanan khas Loteng akan menjadi buruan utama para tamu untuk buah tangan,” beber mantan Kepala Dinas PUPR Loteng ini.
Baca Juga: Jaksa Ungkap Siasat Dugaan Korupsi Pengadaan Dump Truck DLH Lombok Tengah
Untuk memastikan perputaran ekonomi dinikmati langsung masyarakat kecil, Pemkab Loteng telah merancang strategi khusus. Di sekitar arena utama MTQ dan venue lainnya, pemerintah akan memfasilitasi pembuatan stan pameran dan pasar rakyat yang dikhususkan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Langkah ini diambil agar arus modal tidak hanya berputar di industri skala besar, tetapi juga merembes hingga ke pedagang kecil, perajin, hingga penyedia bahan baku pangan.
“Dan stan-stan ini kami siapkan gratis bagi pelaku UMKM yang sudah terakurasi, dan di venue utama kami siapkan 10 stan untuk masing-masing kafilah,” tambah Firman.
Baca Juga: Akhir Pekan di Bawah Tenda Lembah Datu, Anak Muda Ikut Mengelola dan Membuka Peluang Ekonomi Baru
Melalui persiapan ini, MTQ XXXI NTB 2026 di Loteng diharapkan dapat membuktikan bahwa kegiatan keagamaan memiliki daya tawar dalam menggerakkan roda ekonomi daerah. Sekaligus mempertegas posisi Loteng sebagai pusat destinasi yang komplet, mulai dari sport tourism, wisata budaya, hingga wisata religi.
“Keamanan, kenyamanan dan ketertiban masyarakat juga dipastikan dengan sinergi dengan Satpol PP Loteng hingga TNI-Polri. Petugas Satpol PP akan standby di setiap penginapan para kafilah dan setiap kafilah akan ditangani tiga sampai empat OPD,” tutup dia.
Editor : Pujo Nugroho