Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kemarau Datang, Air Bersih Masih Aman di Lombok Tengah

Lestari Dewi • Sabtu, 6 Juni 2026 | 10:56 WIB
Satu unit mobil tangki menyalurkan air bersih ke rumah pelanggan Perumda Tiara Loteng di Kecamatan Batukliang, Loteng, beberapa waktu lalu.
Satu unit mobil tangki menyalurkan air bersih ke rumah pelanggan Perumda Tiara Loteng di Kecamatan Batukliang, Loteng, beberapa waktu lalu.

 

LombokPost-Perusahaan Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Ardhia Rinjani (Tiara) Lombok Tengah (Loteng) bergerak cepat mengantisipasi dampak musim kemarau tahun ini.

Manajemen perusahaan pelat merah itu menjamin ketersediaan air bersih bagi pelanggan saat ini masih aman dan terkendali.

Direktur Utama Perumda Tiara Loteng Bambang Soepratomo menjelaskan, visualisasi data dan pantauan riil di lapangan hingga awal Juni menunjukkan volume air masih normal. Saat ini, pasokan air berada di angka 800 liter per detik.

“Pasokan 800 liter per detik ini sangat mencukupi untuk memberikan pelayanan prima kepada seluruh pelanggan yang bersumber dari berbagai mata air andalan kami,” ujar Bambang, Jumat (5/6).

Baca Juga: Perumda Tiara Loteng Sebut SPAM Masmirah Butuh Lahan Satu Hektare

Menanggapi keluhan masyarakat mengenai penerapan sistem aliran bergiliran di sejumlah wilayah, Bambang memberikan klarifikasi. Ia menegaskan, kebijakan rotasi aliran saat ini murni disebabkan optimalisasi infrastruktur jaringan fisik. Bukan karena defisit volume air baku.

“Sistem bergiliran yang berjalan sekarang murni karena kondisi teknis jaringan perpipaan yang membutuhkan perbaikan dan pemeliharaan berkala,” tegasnya.

Meski demikian, pihak direksi tidak menampik adanya potensi penurunan debit air alami dalam beberapa bulan ke depan seiring puncak musim kering. Masyarakat diimbau mulai bersiap menghadapi potensi perpanjangan sistem rotasi saat kemarau mencapai puncaknya.

Baca Juga: Dari Peristiwa Dugaan Pembakaran Tiga Santri di Lombok Tengah, Korban Berjuang Sembuh dan Berharap Bisa Sekolah Lagi di Tengah Trauma Kobaran

“Saat memasuki puncak kemarau, debit air alami biasanya menyusut hingga menyentuh angka 500 liter per detik dari normalnya 800 liter per detik. Jika itu terjadi, sistem bergiliran berpotensi tetap kita terapkan akibat penurunan debit tersebut,” bebernya.

Sebagai langkah antisipasi dini, Perumda Tiara Loteng kini tengah mengebut evaluasi komprehensif terhadap ekosistem sumber mata air terbuka. Langkah prioritas difokuskan pada optimalisasi lingkungan di sekitar wilayah tangkapan air baku.

Selain itu, manajemen gencar memetakan titik-titik mata air potensial baru untuk menambah cadangan suplai. Di sektor hilir, pembenahan dan penggantian pipa distribusi yang telah usang atau bocor terus diupayakan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran operasional.

Pengaturan tekanan udara dan air di dalam pipa juga dimodifikasi. Langkah teknis ini bertujuan agar distribusi air yang terbatas tetap mampu menjangkau area pelanggan di ujung jaringan secara maksimal dan berkeadilan.

Baca Juga: Kisah Pilu Murnah, Jari Terputus Hingga Terbelenggu Aturan KTP, Pemkab Loteng Urai Benang Kusut Jaminan Sosial Murnah

“Meski kondisi air kita saat ini aman, mitigasi risiko tetap yang utama. Solusi pamungkasnya adalah menyiagakan penyaluran air bersih dengan mobil tangki jika ada wilayah yang kekurangan air bersih,” pungkas dia.

Berdasarkan informasi dari BMKG, musim kemarau 2026 diprediksi lebih panjang dari musim kemarau tahun 2025. Karena itu, dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Loteng telah menyiapkan 300 tangki air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada musim kemarau 2026. 

“Kondisi saat ini memang masih terjadi hujan, tapi permintaan air bersih mulai ada meskipun tidak banyak,” kata Kepala BPBD Loteng Ridwan Maruf.

Baca Juga: Alasan Harus Nonton Drama China Amidst a Snowstorm of Love, Pembuktian Cinta dan Kembalinya Sang Genius Biliar

Jika belajar dari tahun-tahun sebelumnya, kata dia, pada Mei sudah masuk musim kemarau yang membuat permintaan air bersih makin tinggi. Namun beberapa hari terakhir ternyata masih turun hujan sangat lebat. Bahkan, hujan itu membuat pohon tumbang dan menimpa rumah masyarakat di Desa Kerembong, Janapria.

“Kami pun menyiapkan dua mobil armada yang sewaktu-waktu bisa mengantarkan air jika ada permintaan dari masyarakat,” katanya.

BPBD, kata dia, masih memiliki stok air bersih hingga 200 tangki di Perumda Tiara Loteng dan 100 stok air bersih di BPBD Loteng. Melihat ketersediaan ini, air bersih dipastikan segera diantarkan selama stok masih ada.

Baca Juga: Akhir Pekan di Bawah Tenda Lembah Datu, Anak Muda Ikut Mengelola dan Membuka Peluang Ekonomi Baru

BPBD Loteng juga mengimbau masyarakat mulai bijak menggunakan air. Warga juga diminta tidak menggunakan air secara berlebihan menjelang musim kemarau 2026.

“Kami harapkan warga mulai melakukan penyimpanan air,” tutup Ridwan. 

Editor : Kimda Farida
#Perumda Tiara Loteng #air bersih #kemarau #Aman #BPBD Loteng