LombokPost - Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah (Loteng) melihat pajak parkir dan retribusi parkir memiliki potensi besar untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Sehingga kami mendorong semua pihak, yuk sekarang sudah waktunya bersama-sama berkolaborasi peningkatan PAD dari parkir. Mana yang bocor-bocor, mana yang belum dikelola baik dari regulasi,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Loteng Alfa Dera kepada wartawan, Rabu (17/6).
Sebab itu, Kejari Loteng tidak hanya mendorong eksekutif. Dorongan yang sama juga berlaku untuk legislatif agar kembali mengaktifkan fungsi pengawasan. Jaksa melihat peningkatan PAD harus sejalan dengan kalender wisata. Artinya, bisa terlihat apakah ada anomali pada bulan-bulan tertentu yang memengaruhi peningkatan PAD.
Baca Juga: Fraksi Dewan Ramai-Ramai Soroti Kebocoran Retribusi Parkir di Lombok Tengah
“Begitu juga dengan objek atau wajib pajaknya. Kita sampaikan sesuai dengan temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan, Red) juga ini, data untuk wajib pajak harus tersinkronisasi dengan berapa jumlah perizinannya keluar sehingga bisa tahu berapa jumlah wajib pajaknya,” terangnya.
Alfa mengaku, Kejari Loteng melakukan upaya pencegahan dengan berkolaborasi bersama semua pihak. Ia berharap langkah itu disambut baik oleh eksekutif dan legislatif. “Harusnya Lombok Tengah ini bisa optimal (peningkatan PAD),” kata dia.
Pemkab Loteng merespons cepat sorotan Kejari dan DPRD terkait kebocoran PAD di sektor parkir. Sebagai solusi jangka panjang, pemkab kini tengah mempersiapkan uji coba sistem pembayaran parkir berbasis digital atau e-parking di sejumlah kawasan strategis.
Baca Juga: Loteng Pertahankan Juara Umum MTQ NTB 2026
Langkah progresif ini diambil untuk menghadirkan transparansi sekaligus meminimalkan ruang kebocoran retribusi di lapangan. Pemkab menyambut baik rekomendasi terkait tata kelola retribusi parkir.
“Kami menyadari sektor ini potensinya besar, namun memang masih rentan terhadap kebocoran penerimaan daerah,” ucap Wabup Loteng M Nursiah.
Selain menerapkan digitalisasi, Dishub Loteng kini gencar melakukan pemutakhiran data titik-titik parkir potensial. Penataan, pembinaan berkala bagi juru parkir resmi, hingga penguatan pengawasan untuk menghapus praktik parkir liar juga mulai ditingkatkan.