LombokPost - Mandalika Grand Prix Association (MGPA) memastikan tidak ada perubahan signifikan pada lintasan Sirkuit Internasional Mandalika menjelang MotoGP 2026. Pembenahan sirkuit hanya fokus pada aspek minor untuk mempercantik fasilitas yang ada.
“Mungkin perbaikan dari rooftop pit, pengecatan Race Control, atau mempercantiklah,” ucap Direktur Utama MGPA Ananda Mikola, Minggu (21/6).
Baca Juga: BURUAN! Tiket MotoGP Mandalika 2026 Mulai Dijual, Diskon Early Bird Tembus 50 Persen
Pada musim ini, MGPA menargetkan angka keterisian penonton bisa menembus 200 ribu orang. Ananda berharap ada peningkatan arus penonton dari Pulau Jawa dan luar negeri. Sebab, dalam beberapa tahun terakhir tribun sirkuit masih didominasi penonton lokal.
Untuk mencapai target itu, mantan pembalap mobil ini meminta komitmen semua pihak. Terutama pelaku industri pariwisata. Tarif akomodasi perhotelan dan tiket pesawat diharapkan tetap rasional agar tidak membebani wisatawan.
“Yang penting semua pihak harus solid, kita mengimbau agar mereka memasang harga yang rasional. Karena yang harus kita pikirkan lima tahun ke depan,” tegas Ananda.
Baca Juga: Veda Ega Bisa Jadi Magnet MotoGP Mandalika 2026
Tantangan lain yang dihadapi adalah jadwal balapan yang bersamaan dengan ajang Formula Satu (F1) di Singapura.
Namun, MGPA optimistis hal itu tidak menjadi kendala karena segmen pasar keduanya berbeda. Terlebih, kehadiran pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama dan Mario Aji, diyakini menjadi magnet kuat bagi pencinta balap tanah air.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata NTB Ahmad Nur Aulia mengingatkan para pelaku wisata agar tidak menggunakan aji mumpung dalam menetapkan tarif. Momentum MotoGP harus dijaga sebagai pemantik keberlanjutan event internasional lainnya di NTB.
Aulia menambahkan, pemerintah daerah telah menetapkan batas atas dan bawah harga kamar hotel berdasarkan zonasi. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai pihak hotel yang melanggar ketentuan itu.“Belum ada,” singkatnya.
Editor : Kimda FaridaSumber : Liputan Berita Lombok Post