Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tender Jalan Kidang-Bilelando Loteng Gagal

Lestari Dewi • Kamis, 25 Juni 2026 | 09:19 WIB
Edy Johannas (Dewi/Lombok Post)
Edy Johannas (Dewi/Lombok Post)

 

LombokPost - Proses pengadaan barang dan jasa di lingkup Pemkab Lombok Tengah (Loteng) tahun ini terbilang minim. Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Setda Loteng mencatat, sepanjang 2026 hanya tujuh program proyek di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) yang masuk proses tender.

Dari jumlah itu, enam paket telah tuntas dilelang. Sementara satu proyek strategis, yakni peningkatan jalan Kidang-Bilelando, dinyatakan gagal tender. Penyebabnya, pihak rekanan gugur dalam pemenuhan dokumen persyaratan.

“Untuk tahun 2026 ini memang hanya ada tujuh paket tender. Rinciannya dua paket konsultan dan lima paket konstruksi,” kata Kepala BPBJ Setda Loteng Edy Johannas, Rabu (24/6).

Baca Juga: Pemkab Loteng Tak Tegas Hadapi Alfamart

Edy memaparkan, paket konstruksi itu meliputi pembangunan tembok gedung pemerintah dengan pagu anggaran Rp 900 juta. Selanjutnya, ada proyek pembangunan Puskesmas Langko dan Puskesmas Aik Darek. Masing-masing menelan anggaran Rp 7 miliar.

Kemudian, proyek Jembatan Aik Bukak senilai Rp 3 miliar, serta proyek jalan Kidang-Bilelando dengan plot anggaran sekitar Rp 3 miliar. “Termasuk yang dua paket konsultan, itu untuk konsultan pengawas di dua Puskesmas tadi. Nilai masing-masing paketnya Rp 200 juta,” sebutnya.

Mengenai mandeknya tender proyek jalan Kidang-Bilelando, Edy menjelaskan, sejatinya ada tiga rekanan yang mendaftar pada tahap awal. Namun, saat proses evaluasi, tidak ada satu pun kontraktor yang mampu memenuhi kualifikasi teknis sesuai dokumen lelang.

Baca Juga: Sekda Loteng Sebut Mutasi Pejabat Tunggu Restu Pusat

“Gagal tender ini karena pihak rekanan yang mendaftar tidak mampu memenuhi syarat-syarat teknis. Contohnya seperti surat dukungan kepemilikan alat berat dan beberapa dokumen esensial lainnya. Makanya, terpaksa kami gagalkan,” tegas Edy.

Meski mengalami kendala pada tahap pertama, BPBJ langsung membuka proses tender ulang dari awal. Pihaknya optimistis dinamika ini tidak mengganggu kualitas maupun target penyelesaian fisik di lapangan. Terlebih, karakteristik proyek jalan dinilai bisa dipacu pengerjaannya.

Ia menargetkan proses lelang ulang rampung pada Juli. Dengan begitu, pemenang kontrak baru bisa langsung memulai pekerjaan fisik tanpa membuang waktu penyerapan anggaran.

“Target kami, Juli ini tender kedua harus sudah selesai dan berkontrak. Jadi, mulai Agustus hingga lima bulan ke depan, rekanan terpilih masih punya waktu yang sangat longgar untuk menyelesaikan pekerjaan,” urainya.

Baca Juga: Ekspor Kriya Loteng Menggeliat Dampak Dolar Naik

Disinggung antisipasi kemungkinan terburuk jika tender kedua kembali gagal, Edy menegaskan regulasi sudah mengatur langkah taktis berupa Penunjukan Langsung (PL).

“Kalau nanti di tender kedua ternyata tetap gagal, aturan membolehkan kita melakukan penunjukan langsung kepada salah satu rekanan yang mendaftar kemarin. Jadi dipastikan proyek ini akan tetap berjalan tahun ini,” pungkasnya. 

Editor : Akbar Sirinawa
#tender jalan #proyek opd #barang dan jasa #gagal #Pemkab Loteng