Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pembangunan Dermaga Seaplane Batujai Molor

Lestari Dewi • Senin, 29 Juni 2026 | 09:20 WIB
MASIH BERPROSES: Seorang nelayan sedang mencari ikan di area Bendungan Batujai, Loteng, beberapa waktu lalu. (Dewi/Lombok Post)
MASIH BERPROSES: Seorang nelayan sedang mencari ikan di area Bendungan Batujai, Loteng, beberapa waktu lalu. (Dewi/Lombok Post)

 

LombokPost - Rencana PT Abadi Mega Angkutan Nusantara (AMAN) atau Aman Air membangun dermaga pesawat air di Bendungan Batujai, Lombok Tengah, molor dari target. Proyek yang ditargetkan mulai beroperasi Agustus itu masih menunggu rampungnya proses perizinan di Kementerian Perhubungan RI.

Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri membenarkan proses pengurusan izin di pusat masih berlangsung. Ia berharap seluruh tahapan regulasi bisa segera tuntas agar pembangunan bisa dimulai tahun ini.

Pemerintah daerah memasang target seluruh persyaratan dan tahapan pembangunan bisa diselesaikan dalam enam bulan ke depan. “Mudah-mudahan target dari perusahaan ini tahun ini sudah akan dimulai,” terang bupati, Minggu (28/6).

Baca Juga: Batujai Disiapkan Jadi Hub Seaplane Nasional, Menhub Dudy Minta Semua Prosedur Dikebut

Selain berkutat dengan urusan birokrasi perizinan, PT AMAN kabarnya juga berencana membeli lahan di sekitar Bendungan Batujai. Lahan itu nantinya akan dijadikan terminal pendukung operasional seaplane. Meski demikian, Pathul mengaku pemerintah daerah belum memantau langsung sejauh mana progres transaksi pembebasan lahan di lapangan.

“Katanya mereka ada beli lahan di sekitar lokasi bendungan, tapi saya tidak monitor apakah lahannya sudah jadi dibeli atau belum di lokasi itu,” imbuhnya.

Politisi Gerindra ini menjelaskan, kebutuhan lahan untuk membangun terminal pendukung tidak terlalu luas. Diperkirakan hanya sekitar satu hektare. Terkait pemanfaatan area bendungan, rencana investasi ini juga sudah dikomunikasikan secara intens dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I selaku otoritas pengelola Bendungan Batujai.

Baca Juga: Pemkab Loteng Pakai SiLPA untuk Bayar PPPK Paro Waktu, Honor Dirapel 10 Bulan, Dibayarkan di APBD Perubahan

“Ini sudah berkomunikasi, tapi itu urusan perusahaan. Mereka memang sudah bertemu (dengan BWS),” cetus Pathul.

Pemkab Loteng optimistis kehadiran moda transportasi udara berbasis air di Bendungan Batujai akan membawa angin segar bagi Gumi Tatas Tuhu Trasna. Selain memangkas jarak dan mendukung konektivitas antarwilayah, keberadaan hub seaplane ini diyakini mampu mendongkrak ekonomi warga lokal serta menggairahkan sektor pariwisata daerah.

“Mereka memang tidak membutuhkan lahan terlalu luas untuk membangun terminal, paling banyak sekitar satu hektare. Tentu terminal ini berdampak positif bagi masyarakat dengan pergerakan ekonomi yang lebih cepat,” pungkasnya.

Diketahui, infrastruktur yang hendak dibangun berupa hanggar atau garasi raksasa untuk pesawat, dok, hingga dermaga pesawat. Armada yang disiapkan berupa dua unit twin otter seaplane.

Baca Juga: Mengintip Pesona Yan Zi Xian, Aktor Raja Mini Drama China yang Sedang Naik Daun

Pembangunan dermaga pesawat air ditujukan untuk menjadikan Loteng sebagai hub transportasi udara yang unik di NTB. Rute ini akan menghubungkan Bali, Labuan Bajo, dan destinasi lainnya secara lebih eksklusif.

Sebelumnya, Vice President PT Aman Air Daniel Dwi Ananta menyampaikan, keberadaan dermaga pesawat amfibi ini tidak akan mengganggu aktivitas penerbangan yang sudah ada di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), termasuk keberadaan keramba ikan milik masyarakat.

“Karena kita hanya melayani penerbangan domestik khusus wisatawan,” sebut Daniel.

Baca Juga: Akhir Pekan di Bawah Tenda Lembah Datu, Anak Muda Ikut Mengelola dan Membuka Peluang Ekonomi Baru

PT Aman Air memilih Loteng karena melihat lokasinya, terutama Bendungan Batujai, cukup strategis. Bendungan Batujai menjadi satu-satunya bendungan air tawar yang berada di dalam kota. Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan Kemenhub, departemen terkait tentang navigasi, serta BWS dan Direktorat Kebandarudaraan.

“Fasilitas ini kami sediakan untuk penerbangan eksklusif, seperti yang ada di Maldives,” tutupnya. 

Editor : Akbar Sirinawa
#Dermaga #Lombok Tengah #bendungan batujai #Lalu Pathul Bahri #seaplane