LombokPost - Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Tengah (Loteng) memastikan pelayanan bagi penyandang disabilitas masuk dalam skema prioritas pelayanan kelompok rentan di seluruh puskesmas. Tahun ini, terdapat enam puskesmas yang menjadi lokus utama percontohan pelayanan inklusi.
“Puskesmas Puyung, Praya, Ubung, Pengadang, Bonjeruk dan Kopang. Namun secara keseluruhan, kami pastikan 29 puskesmas di Lombok Tengah sebenarnya sudah menerapkan layanan inklusi yang fokus pada sarana dan prasarana,” terang Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dikes Loteng dr Nasrullah, Minggu (5/7).
Baca Juga: HWDI NTB Sebut Enam Puskesmas Tidak Ramah Disabilitas, Anggaran Kespro Terpangkas Hingga 82,6 Persen
Nasrullah menegaskan, tidak ada perbedaan dalam pelayanan kesehatan di puskesmas. Penanganan medis kini didasarkan pada klaster usia. Meski begitu, ia tidak menampik pembenahan infrastruktur fisik bagi pasien disabilitas belum maksimal akibat keterbatasan anggaran daerah.
“Maka dari itu, kami maksimalkan fungsi sumber daya manusia (SDM) untuk memberikan pendampingan langsung. Selain itu, salah satu terobosan yang tengah dikembangkan untuk mempermudah akses adalah sistem pendaftaran layanan secara daring (online),” cetusnya.
Anggota Komisi IV DPRD Loteng Hermandi menegaskan, perbaikan layanan inklusif harus dikawal dengan dukungan anggaran yang memadai pada APBD. Kebutuhan kelompok disabilitas mendesak masuk dalam skala prioritas perencanaan di setiap perangkat daerah.
Baca Juga: DPRD Loteng Minta Maksimalkan Pelayanan Kesehatan untuk Disabilitas
“Jika kebutuhan tersebut diusulkan secara baik dan menjadi prioritas, saya yakin tidak akan ada alasan untuk mengabaikan anggaran bagi penyandang disabilitas,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, dewan dijadwalkan meninjau langsung implementasi standar pelayanan itu ke Puskesmas Puyung. Peninjauan dilakukan untuk melihat implementasi SOP layanan inklusif dan berbagai perbaikan aksesibilitas yang telah dilakukan.
Baca Juga: Pesona Bikin Meleyot! Ini Deretan Drama China Populer yang Wajib Kamu Tonton dari Cheng Lei
Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) NTB mengingatkan, klaim kesiapan fasilitas di lapangan masih menghadapi tantangan besar. Berdasarkan hasil audit sosial HWDI bersama FITRA NTB di sejumlah puskesmas, banyak sarana fisik belum memenuhi standar aksesibilitas bagi pengguna kursi roda maupun penyandang disabilitas netra.
“Kami masih menemukan jalur pemandu (ramp) yang terlalu curam, loket pelayanan terlalu tinggi, hingga papan informasi yang belum ramah low vision. Fasilitas ada, tetapi belum tentu bisa digunakan secara mandiri dan aman oleh penyandang disabilitas,” beber Ketua HWDI NTB Sri Sukarni.
Editor : Akbar Sirinawa