Dewan Dorong KNMP Baru Lengkap dengan SPBN

Lestari Dewi • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 08:13 WIB
Deretan perahu nelayan yang tertambat di pesisir Pantai Kuta, Desa Kuta, Pujut, Loteng, Senin (20/7). Pemkab Loteng usulkan dua lokasi KNMP di Awang dan Kuta pada KKP RI.
Deretan perahu nelayan yang tertambat di pesisir Pantai Kuta, Desa Kuta, Pujut, Loteng, Senin (20/7). Pemkab Loteng usulkan dua lokasi KNMP di Awang dan Kuta pada KKP RI.

 

LombokPost - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah (Loteng) mendukung usulan pembangunan dua lokasi baru Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Loteng mengusulkan program itu kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI untuk Desa Awang dan Desa Kuta, Kecamatan Pujut.

Ketua Komisi II DPRD Loteng Ferdian Elmansyah mengungkapkan, dinas telah memaparkan usulan itu dalam pembahasan KUA-PPAS. DPRD mengapresiasi langkah itu karena program KNMP dinilai mampu mendorong aktivitas dan perekonomian nelayan.

“Kita tentu support saja karena ini mendukung kegiatan nelayan. Tujuan KNMP ini memang untuk mendongkrak ekonomi mereka,” ujar Ferdian kepada Lombok Post, Senin (20/7).

Baca Juga: Loteng Usulkan KNMP Baru di Awang dan Kuta

Politisi Partai Golkar itu menambahkan, keberhasilan pengelolaan KNMP sebelumnya terlihat di Desa Bilelando yang digerakkan pemuda setempat.

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (monev) dewan serta kunjungan Menteri KKP pekan lalu, unit usaha di Bilelando yang awalnya hanya memproduksi es batu kini telah memperluas usaha hingga omzetnya bertambah.

“Sekarang sudah ada pabrik es, cold storage, sentra kuliner, bengkel kapal, hingga sokongan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sembako,” paparnya.

Baca Juga: Ekonomi Lombok Tengah Diproyeksi Melesat, Pemkab Sodorkan KUA-PPAS 2027 Rp 2,57 Triliun

Meski mendukung, Ferdian memberikan catatan terkait pengelolaan ke depan. Ia mengingatkan agar kehadiran dua KNMP baru di Awang dan Kuta tidak mengurangi fokus pembinaan KNMP Bilelando yang sudah berjalan.

“Evaluasi harus terus dilakukan. Ketika usulan dua lokasi ini nanti disetujui, pengelola baru bisa melihat dan belajar dari manajemen bisnis yang ada di KNMP Bilelando,” tegasnya.

Dewan juga menyoroti pemenuhan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) bagi nelayan. Berkaca dari KNMP Bilelando yang permintaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Nelayan segera dipenuhi KKP melalui Pertamina, Ferdian berharap fasilitas serupa juga tersedia di lokasi baru.

“Di Awang sebenarnya ada SPBN tapi terbengkalai, kita harapkan itu bisa dioperasikan kembali. Meski ini baru usulan, kita harapkan KNMP di Awang dan Kuta nantinya bisa langsung include dengan fasilitas SPBN,” pungkasnya.

Baca Juga: Jelang MotoGP, 289 PJU Bypass Masih Padam, Dishub Loteng Sebut BPJN Tidak Ada Anggaran Pemeliharaan

Sebelumnya, Kepala Dislutkan Loteng Nurjahman membeberkan, pemilihan kedua desa didasarkan pada pertimbangan potensi ekonomi dan pengembangan wilayah. Desa Awang merupakan desa persiapan Mertak yang juga menjadi salah satu pusat aktivitas nelayan terbesar di Loteng.

“Sementara Desa Kuta memiliki nilai strategis dengan tingginya aktivitas ekonomi karena ditopang oleh sektor pariwisata internasional,” cetusnya.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
DPRD Loteng Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) desa awang Desa Kuta usulan