LombokPost - Klinik Kuta Emergency menjadi salah satu penunjang fasilitas pariwisata di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Memasuki usia lima tahun, klinik medis berstandar internasional itu telah melayani lebih dari 20 ribu pasien yang didominasi wisatawan mancanegara.
Direktur Utama Klinik Kuta Emergency Muhammad Doni Muliadi mengungkapkan, klinik yang dipimpinnya menjadi rujukan pertama bagi pelancong yang membutuhkan penanganan medis di kawasan Kuta Mandalika. Klinik menyediakan layanan ruang kedaruratan, laboratorium, radiologi, hingga kunjungan medis langsung ke hotel dan perusahaan sekitar.
“Ke depan kami ingin memperluas kolaborasi dengan berbagai instansi. Kami juga berencana menyediakan layanan evakuasi pasien langsung ke Bali karena itu merupakan salah satu permintaan terbanyak,” ujar Doni, Senin (20/7).
Baca Juga: Siapkan Rp 5 Miliar untuk Lahan Parkir RSUD Praya
Rencana itu diwujudkan melalui kerja sama dengan perusahaan penyedia helipad khusus rujukan medis. Meski menyiapkan jalur evakuasi udara ke Bali berdasarkan permintaan keluarga, Doni menegaskan pihaknya tetap memprioritaskan rumah sakit lokal di Pulau Lombok untuk penanganan utama.
Klinik itu juga aktif mengawal berbagai ajang internasional di KEK Mandalika. Kuta Emergency menjadi satu-satunya klinik di kawasan itu yang memiliki ambulans berbasis Toyota Alphard khusus untuk tamu VIP.
“Kami berharap klinik ini bisa terus berkembang sesuai target pasar. Apakah nanti bertahan sebagai klinik atau naik status menjadi rumah sakit. Yang pasti, kami akan membuat gebrakan yang lebih besar,” tambah Doni.
Baca Juga: Ekonomi Lombok Tengah Diproyeksi Melesat, Pemkab Sodorkan KUA-PPAS 2027 Rp 2,57 Triliun
Dinas Kesehatan (Dikes) Loteng mengapresiasi kontribusi klinik serta kepatuhannya terhadap regulasi. Klinik itu juga dinilai disiplin menyampaikan laporan bulanan.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dikes Loteng Johan Efendi mendukung rencana peningkatan status klinik. “Pemerintah daerah berharap klinik ini tidak hanya berhenti di tingkat klinik saja, tetapi bisa bertransformasi menjadi sebuah rumah sakit internasional,” pungkas Johan.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan Berita Lombok Post