LombokPost - Pemkab Lombok Tengah (Loteng) menyambut baik perhatian Komisi V DPR RI dan Kementerian Perhubungan RI. Perhatian itu terkait penanganan jalan amblas di jalur Bypass BIL—Mandalika, khususnya di kilometer 11, Desa Sukadana, Pujut.
Pemkab Loteng berharap wakil rakyat dari Senayan dapat mendesak pemerintah pusat memperbaiki jalan nasional itu secara menyeluruh hingga ke akar masalah. Perbaikan tidak boleh sekadar tambal sulam yang terus berulang.
Wakil Bupati Loteng M Nursiah mengatakan, proses konstruksi awal jalan baru di kawasan itu menghadapi tantangan pematangan lahan cukup berat. Karena itu, dia bersyukur kerusakan di jalur vital pariwisata itu kini mendapat perhatian serius anggota Komisi V DPR RI Mori Hanafi untuk disampaikan langsung kepada kementerian terkait.
Nursiah menegaskan, perbaikan jalan nasional itu sangat penting. Sebab, jalan itu berperan strategis dalam menunjang kelancaran lalu lintas pariwisata, baik untuk mobilitas wisatawan maupun distribusi barang menuju kawasan Mandalika.
Selain badan jalan, Pemkab Loteng juga menyoroti ratusan fasilitas penerangan jalan umum (PJU) yang masih padam di sepanjang jalur itu. Pemkab berharap pemerintah pusat dapat memaksimalkan kembali fungsi PJU.
“Kita tentu berharap masalah-masalah ini diselesaikan hingga tuntas,” kata politisi Golkar itu.
Baca Juga: Jelang MotoGP, 289 PJU Bypass Masih Padam, Dishub Loteng Sebut BPJN Tidak Ada Anggaran Pemeliharaan
Di sisi lain, Pemkab Loteng terus mengupayakan pembenahan infrastruktur daerah. Pemkab telah mengusulkan perbaikan tujuh ruas jalan kepada Kementerian PUPR RI. Namun, baru ruas Pelambik—Serage yang mendapat respons.
“Kita juga telah mendorong Dinas PUPR Loteng untuk mengajukan kembali usulan jalan daerah lainnya agar bisa diintervensi oleh anggaran pusat,” cetusnya.
Sebelumnya, anggota Komisi V DPR RI Mori Hanafi menegaskan, persoalan infrastruktur itu telah masuk agenda pembahasan khusus dengan Kementerian Perhubungan RI. Pembahasan mencakup kondisi jalan bypass hingga lampu PJU yang padam.
“Mudah-mudahan sebelum ajang MotoGP dimulai, perbaikannya sudah bisa dicicil secara bertahap, sekitar seratus hingga dua ratus meter. Ini juga mencakup kelengkapan rambu-rambu lalu lintas serta Penerangan Jalan Umum,” ungkap Mori Hanafi.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan Berita Lombok Post