Bantah Pelecehan, Kepala SPPG Sebut Hanya Salah Paham

Lestari Dewi • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 08:14 WIB
Kepala SPPG inisial S (kiri) bersama LH ayah terduga korban (tengah) berikan klarifikasi terkait viralnya video dugaan pelecehan admin SPPG di Kota Praya, Loteng, Selasa (28/7).
Kepala SPPG inisial S (kiri) bersama LH ayah terduga korban (tengah) berikan klarifikasi terkait viralnya video dugaan pelecehan admin SPPG di Kota Praya, Loteng, Selasa (28/7).

 

LombokPost - Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Praya, Lombok Tengah (Loteng), berinisial S memberikan klarifikasi terkait tudingan dugaan pelecehan seksual terhadap bawahannya. Dia menegaskan tudingan yang ramai diperbincangkan di media sosial itu tidak benar dan hanya kesalahpahaman.

“Izin klarifikasi yang ada di media sosial itu, bahwasanya tidak ada pelecehan segala macam. Itu hanya kesalahpahaman saja,” kata S saat memberikan keterangan kepada awak media di Praya, Selasa (28/7).

Baca Juga: Modus Ajak Kerjakan Laporan di Tempat Sepi, Oknum Kepala SPPG di Praya Diduga Lecehkan Bawahan

Untuk memperkuat klarifikasi, S turut menghadirkan pria berinisial LH selaku orang tua pegawai yang bersangkutan. Hadir pula Koordinator Kecamatan BGN Praya, pihak yayasan, serta akuntan SPPG.

S menjelaskan, seluruh pihak, termasuk keluarga pegawai, telah duduk bersama. Persoalan itu juga telah diselesaikan secara kekeluargaan. Menurutnya, tidak ada laporan resmi kepada aparat penegak hukum maupun persoalan hukum lanjutan terkait isu dugaan pelecehan seksual itu.

“Kita dari pihak keluarga maupun yang lain tidak ada masalah. Karena di sana memang tidak ada yang dipermasalahkan. Tidak ada pelecehan segala macam,” tegasnya.

Baca Juga: Rafa Nadal Tennis Center Pertama di Asia Tenggara Siap Hadir di Samara Lombok

S membeberkan, peristiwa yang dipersoalkan terjadi pada 2 Juli lalu saat masa libur operasional sekolah. Saat itu, dia bersama staf admin SPPG menyusun laporan pekerjaan di sebuah warung makan. Mereka tidak berada di kantor maupun tempat sepi.

Saat duduk berhadapan mengerjakan laporan di area publik yang diklaim ramai pengunjung, admin sempat merasa punggungnya tersentuh. Namun, S membantah melakukan kontak fisik secara sengaja.

“Awalnya memang kita duduk bersama pengerjaan laporan. Setelah itu adik ini merasa punggungnya kena. Dia duduk di depan saya, tapi sebenarnya tidak ada yang kena,” terangnya.

Dia menduga rekaman yang viral di media sosial sengaja digiring pihak tertentu untuk membentuk opini publik yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Menurutnya, interaksi saat itu hanya sebatas canda gurau dalam pekerjaan.

“Mungkin ada framing seperti itu,” ujarnya.

Sementara itu, ayah pegawai yang bersangkutan LH mengatakan, video itu merekam pembahasan kesepakatan damai kedua pihak. Kesepakatan itu telah dituangkan dalam surat pernyataan bermeterai.

Baca Juga: Curi Start di Mandalika, Veda Ega dan Mario Aji Siapkan Kejutan Bagi Rival Dunia di MotoGP Indonesia 2026

“Saya juga di sana, saya tanyakan (ke anak) dan hanya kesalahpahaman. Anak saya juga masih kerja di SPPG seperti biasa,” jelasnya.

Koordinator Kecamatan Badan Gizi Nasional (BGN) Praya Ahmad Wiliam Pratama mengatakan, laporan yang dikerjakan admin berkaitan dengan data BNBA (By Name By Address) SPPG.

Data itu memuat daftar terperinci nama lengkap dan alamat sasaran penerima manfaat. Sasaran meliputi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang disesuaikan dengan lokasi dapur atau unit pelaksana BGN.

Baca Juga: ARRC 2026 Siap Guncang Mandalika Awal Agustus

“Jadi semua dapur ini saling berkoordinasi dan dikerjakan di sana, warung makan di sekitar dapur SPPG tersebut tempat biasa mereka bercanda gurau,” katanya. 

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
kepala SPPG Bantah Pelecehan Diduga Praya