LombokPost - Pemkab Lombok Tengah (Loteng) menempatkan sektor peternakan sebagai salah satu tumpuan mengatasi angka kemiskinan dan stunting. Melalui APBD Murni 2026, Pemkab mulai menyalurkan bantuan ribuan bibit ternak, pakan, dan kandang kepada puluhan kelompok masyarakat di berbagai kecamatan.
Wakil Bupati Loteng M Nursiah menegaskan, bantuan bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan dana pokok pikiran (pokir). Penyalurannya bukan sekadar program rutin, tetapi strategi ekonomi produktif untuk meningkatkan pendapatan warga.
“Harapannya omzet dan keuntungan kelompok ternak meningkat. Ketika ekonomi keluarga terangkat, akses nutrisi membaik, sehingga berdampak langsung pada penurunan angka kemiskinan dan stunting di Lombok Tengah,” ujar Nursiah kepada wartawan, Kamis (30/7).
Nursiah menekankan, bantuan hanya diserahkan kepada kelompok resmi yang lolos verifikasi administrasi dan lapangan. Pemkab Loteng juga menyiapkan tim evaluasi berkala untuk memastikan bantuan berkembang dan memberikan dampak ekonomi jangka panjang.
“Program ini tidak berhenti setelah bantuan diserahkan. Perkembangan ternak dan kelompoknya akan terus dievaluasi,” tegas mantan Sekda Loteng itu.
Pengawasan ketat dilakukan sejak awal untuk memastikan bantuan tidak dialihfungsikan atau dijual. Pengawasan melibatkan aparat pengawas internal pemerintah, termasuk Inspektorat.
“Selalu kita awasi,” cetusnya.
Baca Juga: Percepat Penurunan Stunting, Wabup Lombok Tengah Evaluasi Bantuan Ayam Petelur di Desa Penujak
Data Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian (Distan) Loteng mencatat, intervensi APBD dari DAU difokuskan pada penguatan komoditas unggas.
Program mencakup pembangunan kandang ayam petelur untuk 10 kelompok di Kecamatan Pujut, Praya Barat, Praya Timur, Praya Tengah, dan Praya. Kemudian, penyaluran 3.260 ekor pullet ayam petelur kepada lima kelompok, 2.900 kilogram pakan, serta fasilitas kandang ayam pedaging.
Sementara itu, dana pokir 2026 digunakan untuk memperluas jangkauan intervensi. Bantuan meliputi 10.960 kilogram pakan konsentrat untuk tiga kelompok, pakan ayam grower untuk tiga kelompok, dan pakan ayam kampung untuk enam kelompok.
Baca Juga: Pemkab Loteng Gandeng Taspen Life Lindungi ASN
Bantuan lainnya berupa pullet ayam petelur untuk 14 kelompok dan DOC ayam KUB untuk enam kelompok. “Pemerintah daerah juga membangun infrastruktur penunjang berupa satu unit gasolek, empat kandang sapi, 23 kandang ayam petelur, dan tiga kandang ayam broiler,” sebut Plt Kepala Distan Loteng Zaenal Arifin.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan Berita Lombok Post