Ratusan Sekolah Tanam Cabai untuk Tekan Inflasi, Pemkab Loteng Luncurkan Program BESTI

Lestari Dewi • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 07:51 WIB
Wakil Bupati Loteng M Nursiah (kanan) didampingi Ketua TP-PKK Loteng Baiq Nurul Aini Pathul Bahri (dua kanan) beserta jajaran menanam cabai di pekarangan sekolah usai meluncurkan program BESTI di SMPN 1 Praya Tengah, Loteng, Sabtu (1/8).
Wakil Bupati Loteng M Nursiah (kanan) didampingi Ketua TP-PKK Loteng Baiq Nurul Aini Pathul Bahri (dua kanan) beserta jajaran menanam cabai di pekarangan sekolah usai meluncurkan program BESTI di SMPN 1 Praya Tengah, Loteng, Sabtu (1/8).

 

LombokPost - Pemkab Lombok Tengah (Loteng) meluncurkan program Bersama Siswa Tanam Cabai Atasi Inflasi (BESTI). Program itu menjadi bagian dari Gerakan Menanam Cabai (GMC).

Peluncuran dipusatkan di SMPN 1 Praya Tengah dan diikuti secara daring oleh sekolah se-Loteng. Program melibatkan ratusan satuan pendidikan.

Wakil Bupati Loteng M Nursiah menegaskan pentingnya langkah strategis berbasis masyarakat untuk menekan inflasi. Khususnya pada komoditas cabai yang kerap mengalami fluktuasi harga.

Baca Juga: Sari Yuliati Kawal Aspirasi Warga Lombok Tengah, Minta Desa Aktif Usulkan Program

Salah satu strategi yang dilakukan dengan membangun budaya menanam sejak dini melalui lingkungan sekolah.

“Sekolah merupakan wadah strategis untuk menanamkan nilai kepedulian lingkungan dan ketahanan pangan. Melalui BESTI, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mempraktikkan langsung budidaya tanaman bernilai ekonomi,” ujar Nursiah, Sabtu (1/8).

Ia meminta gerakan itu tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. BESTI harus menjadi budaya sekolah yang berkelanjutan.

Baca Juga: Peternakan Jadi Tumpuan Tekan Kemiskinan, Pemkab Loteng Gelontorkan Bantuan Peternakan 2026

Nursiah juga menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan kelompok tani. Sinergi diperlukan untuk memberikan pendampingan teknis sejak masa tanam hingga panen.

“Hasil panen nantinya diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan sekolah, tetapi juga berpotensi menekan inflasi daerah,” ucap mantan Sekda Loteng itu.

Selain sekolah formal, Nursiah mendorong pengembangan BESTI ke lembaga pendidikan keagamaan. Salah satunya pondok pesantren yang memiliki lahan luas.

“Lokasi ini kan sebagai pilot project, kita harapkan semua sekolah meniru ini,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Loteng Lalu Idham Halid mengatakan, BESTI menjadi kontribusi sektor pendidikan dalam mendukung pengendalian inflasi nasional.

Baca Juga: Local Hero Tampil di ARRC SS600 Round 4 di Mandalika, Modal Juara MRS, Arai Agaska Siap Ladeni Herjun Firdaus dan Felix PM

Pada tahap awal, program melibatkan 86 SMP di 12 kecamatan. Program juga menyasar 165 SD di Kecamatan Praya, Praya Tengah, dan Jonggat.

Setiap SMP menerima bantuan 125 bibit cabai. Sementara itu, setiap SD memperoleh 50 bibit cabai. Sekolah bertanggung jawab menyediakan lahan dan merawat tanaman. Tanaman diharapkan tetap berproduksi selama satu hingga dua tahun ke depan.

“Kegiatan ini diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah sebagai sarana pembelajaran pertanian, pendidikan karakter, dan kepedulian lingkungan,” jelas Idham. 

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
m nursiah gerakan menanam cabai (GMC) Bersama Siswa Tanam Cabai (Besti) Inflasi Pemkab Loteng