LombokPost - Pullman Lombok Mandalika terus memperkuat komitmennya terhadap kelestarian lingkungan. Melalui program Waste to Wealth, resor itu menggelar pelatihan produksi Pupuk Organik Cair (POC) sekaligus edukasi pengurangan sampah organik.
Kegiatan melibatkan tim Suamandalika dari KKN-PPM Periode 2 Tahun 2026 Universitas Gadjah Mada (UGM). Pelatihan juga melibatkan Bank Sampah Putri Nyale Desa Kuta, Mandalika. Program itu mendorong penerapan ekonomi sirkular berbasis komunitas di kawasan wisata.
Baca Juga: Ratusan Sekolah Tanam Cabai untuk Tekan Inflasi, Pemkab Loteng Luncurkan Program BESTI
Dalam kegiatan itu, tim Suamandalika mempelajari seluruh tahapan pengolahan sisa makanan. Proses dimulai dari pemilahan bahan, pencampuran sesuai standar operasional prosedur (SOP), hingga fermentasi dalam wadah tertutup.
Tim Suamandalika juga mempelajari kontrol kualitas dan pengaplikasian POC pada taman resor. Pelatihan menekankan kebersihan proses, keselamatan kerja, serta konsistensi mutu pupuk.
“Program ini mengintegrasikan pengurangan sampah, efisiensi sumber daya, edukasi, dan kolaborasi lokal ke dalam praktik operasional berkelanjutan,” ujar General Manager Pullman Lombok Merujani Mandalika Beach Resort Budi Wahjono, Minggu (2/8).
Baca Juga: Sari Yuliati Kawal Aspirasi Warga Lombok Tengah, Minta Desa Aktif Usulkan Program
Pengolahan sampah organik memberikan dampak bagi efisiensi operasional hotel dan kelestarian lingkungan. Sejauh ini, program telah memproduksi 3.187,5 liter POC.
Program itu juga mengolah sekitar 50 persen sisa makanan organik dari aktivitas operasional hotel. Pengolahan tersebut mengurangi ketergantungan terhadap pupuk eksternal untuk perawatan taman.
Keberhasilan program didukung sinergi lintas departemen. Tim Kitchen dan Stewarding bertugas melakukan pemilahan, sedangkan Engineering menangani proses teknis.
Sementara itu, tim Landscape mengaplikasikan POC secara langsung pada taman resor.
Selain menekan dampak lingkungan, Waste to Wealth dirancang memberikan nilai ekonomi dan kelembagaan. Materi pelatihan mencakup penghitungan biaya produksi, analisis penghematan, hingga tata kelola sumber daya manusia.
Pengetahuan selama pelatihan diharapkan menjadi fondasi penyusunan SOP sederhana bagi Bank Sampah Putri Nyale. “Dengan begitu, pengelolaan sampah organik mandiri dan bernilai ekonomis dapat direplikasi oleh masyarakat di sekitar kawasan Mandalika,” kata Budi.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan Berita Lombok Post