LombokPost — Maraknya musibah kebakaran dalam kurun waktu sehari membuat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Lombok Tengah meningkatkan kewaspadaan.
Damkartan mengimbau seluruh masyarakat untuk ekstra hati-hati terhadap potensi kebakaran yang meningkat seiring masuknya musim kemarau.
Imbauan tersebut dikeluarkan menyusul penanganan tiga peristiwa kebakaran di lokasi berbeda yang terjadi hampir bersamaan pada Selasa (4/8).
Baca Juga: Gara-Gara Bakar Sampah, Lahan di Kampung Homestay Rangkap Satu Kuta Mandalika Terbakar
Kepala Dinas Damkartan Lombok Tengah Supardan membeberkan bahwa ketiga insiden tersebut dipicu oleh faktor yang beragam, mulai dari kelalaian manusia hingga masalah teknis.
"Dalam satu hari pada Selasa (4/8), tim kami menangani tiga musibah kebakaran di lokasi berbeda. Kombinasi cuaca panas dan angin kencang saat musim kemarau sangat berpotensi mempercepat penyebaran api. Karena itu, kami minta warga tidak lengah," ujar Supardan pada Lombok Post, Selasa (4/8).
Peristiwa pertama terjadi pada siang hari sekitar pukul 13.30 WITA di Dusun Karang Sidemen Bawak, Desa Sintung, Kecamatan Batukliang. Satu unit rumah warga terbakar akibat diduga mengalami korsleting atau arus pendek.
Tim gabungan Pos Batukliang dan Mabes Damkartan berhasil memadamkan api dalam waktu 30 menit. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian material ditaksir mencapai Rp 100 juta.
Hampir bersamaan pada pukul 13.31 WITA, kebakaran lahan melanda kawasan Kampung Homestay Rangkap Satu, Desa Kute, Kecamatan Pujut.
Api dipicu oleh aktivitas warga yang membakar sampah di lahan kosong lalu merambat ke area sekitarnya.
Satu unit mobil pemadam dari Pos Kuta – KEK Mandalika diterjunkan hingga api berhasil dipadamkan total sebelum menyambar bangunan homestay.
Baca Juga: Korsleting Listrik, Satu Unit Rumah Ludes Terbakar di Sintung, Lombok Tengah
Sementara pada malam harinya, sekitar pukul 19.40 WITA, kebakaran kembali melanda sebuah kandang sapi milik Lalu Marjuni di Desa Kuta, Kecamatan Pujut.
Personel Regu 1 Pos Damkartan KEK Mandalika bergerak cepat melakukan pemadaman dan pendinginan sehingga api tidak meluas ke pemukiman warga.
Kerugian material akibat insiden ini diperkirakan sebesar Rp 10 juta, sedangkan penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Baca Juga: Mandalika Masuk Zona Merah Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan
Mencermati tingginya frekuensi insiden tersebut, Supardan meminta masyarakat untuk melakukan langkah-langkah antisipasi secara mandiri di lingkungan masing-masing.
Langkah pencegahan dapat dimulai dari menghindari aktivitas pembakaran, seperti tidak membakar sampah, rumput kering, maupun membuka lahan dengan cara dibakar, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan di area lahan kering atau semak-semak.
Selain itu, warga diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya kelistrikan dan kompor dengan mematikan kompor, mencabut peralatan listrik yang tidak terpakai, serta memeriksa instalasi listrik secara berkala sebelum meninggalkan rumah.
Tak kalah penting, mengingat potensi kekeringan di musim kemarau, masyarakat juga diminta untuk hemat air dengan menggunakan dan mengelola cadangan air bersih secara bijak.
"Dampak kebakaran tidak hanya merugikan harta dan nyawa, tetapi juga mencemari udara serta merusak lingkungan. Jika melihat ada kepulan asap atau titik api, segera hubungi petugas kami," tegas Supardan.
Masyarakat Lombok Tengah yang membutuhkan bantuan darurat pemadaman dapat menghubungi layanan 24 jam melalui Call Center 112 (Bebas Pulsa) atau Hotline Damkar di nomor 081818654113.
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan