LombokPost - PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) mematangkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat di area penerbangan.
Melalui unit Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF), BIZAM menggelar Airport Emergency Modular Exercise.
General Manager BIZAM Aidhil Philip Julian menegaskan, keselamatan penumpang dan operasional penerbangan merupakan prioritas tanpa kompromi.
Latihan berkala itu digelar untuk memastikan seluruh personel internal maupun instansi pendukung memiliki kesiapan dan ritme koordinasi yang sama saat situasi krisis terjadi.
Baca Juga: Pergerakan Wisatawan Terus Tumbuh Melalui BIZAM Lombok
“Keselamatan adalah prioritas utama operasional bandara. Lewat latihan modular ini, kami ingin memastikan seluruh personel dan stakeholder terkait mampu merespons keadaan darurat secara cepat, tepat, dan sesuai prosedur. Penanganan krisis hanya bisa efektif jika semua unsur bergerak sebagai satu tim,” tegas Aidhil, Sabtu (8/8).
Dalam simulasi itu, pesawat Sekotong Air nomor penerbangan SKT-218 rute Manado-Lombok tipe Boeing 737-800 dikondisikan mengalami gangguan sistem hidrolik saat melakukan pendekatan (approach) untuk mendarat di BIZAM.
Baca Juga: BIZAM Lombok Ajak Puluhan Siswa SD Belajar Keselamatan Penerbangan
Petugas Air Traffic Control (ATC) langsung menetapkan status Siaga II (Full Emergency). Situasi kemudian memuncak menjadi Siaga III (Aircraft Accident) setelah pesawat tergelincir atau mengalami runway excursion saat menyentuh landasan pacu.
Latihan difokuskan pada tiga modul krusial. Pertama, Raising the Alarm untuk menguji kecepatan sistem peringatan dini. Kemudian, Rendezvous Point (RVP) untuk mematangkan ketepatan titik kumpul serta koordinasi armada darurat.
“Serta Medical Services yang menekankan pada penanganan teknis hingga proses evakuasi medis korban di lapangan,” paparnya.
Kegiatan ini melibatkan jajaran Airport Emergency Committee, mulai dari AirNav Indonesia Cabang Lombok, Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Mataram, hingga Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Jalannya latihan turut dinilai langsung oleh Tim Evaluasi Terpadu guna memastikan adanya proses kerja yang konsisten.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan Berita Lombok Post