LombokPost - Nakhoda kepemimpinan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah (Loteng) resmi berganti. Bayu Novrian Dinata dilantik sebagai Kepala Kejari Loteng menggantikan Putri Ayu Wulandari yang mendapat promosi sebagai Kajari Kulon Progo, DIY.
Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTB Wahyudi di Aula Kejati NTB, Mataram, Senin (10/8).
“Pelantikan di Kejati NTB berjalan lancar. Malam harinya dilanjutkan dengan agenda pelepasan dan ramah tamah serah terima jabatan,” ujar Kasi Intelijen Kejari Loteng Alfa Dera saat dikonfirmasi, Senin (10/8).
Baca Juga: Sirkuit Mandalika Absen dari GTWCA 2027
Pergantian kepemimpinan itu disusul penyegaran pejabat struktural Kejari Loteng, khususnya pada posisi kepala seksi (Kasi). Penyegaran menyasar jajaran Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) serta Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun).
Alfa mengungkapkan, sebagian besar pejabat baru memiliki rekam jejak kerja sama di tempat penugasan sebelumnya. Hal itu dinilai memudahkan akselerasi kinerja organisasi.
“Sebagian besar pernah bertugas bersama. Chemistry dan rekam jejaknya sudah terbentuk. Ini menjadi modal energi baru, baik dalam pencegahan maupun penindakan,” katanya.
Baca Juga: Kejari Loteng Petakan Kerawanan Pilkades Serentak
Kasi Pidsus Kejari Loteng yang baru tercatat pernah masuk dalam tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) perkara tindak pidana narkotika mantan Kapolda Sumbar Teddy Minahasa saat bertugas di Jakarta. Dalam perkara besar itu, Kajati NTB Wahyudi yang kala itu bertugas di Jakarta juga terlibat langsung.
“Pengalaman menangani perkara besar tentu menjadi bagian dari rekam jejak profesional. Namun, fokus utamanya adalah bagaimana pengalaman tersebut diterapkan secara profesional dan berintegritas di Loteng,” tambah Alfa.
Di bawah komando Bayu Novrian Dinata, Kejari Loteng menargetkan fokus pada pengawasan pembangunan dan optimalisasi penerimaan daerah. Salah satu perhatian utama adalah menutup potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD), seperti sektor retribusi dan parkir.
Seksi Intelijen, kata Alfa, disiagakan untuk menyuplai data dan analisis kepada bidang Pidsus maupun Datun guna memetakan potensi masalah di lapangan.
“Bank Data Intelijen akan memberikan full support. Namun, penguatan pengawasan PAD tidak cuma soal penindakan, tapi juga pencegahan dan perbaikan tata kelola,” pungkasnya.
Sebelumnya, Putri Ayu Wulandari menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan seluruh jajaran Kejari Loteng, pemerintah daerah, serta masyarakat selama masa kepemimpinannya. Ia berharap sinergi penegakan hukum dan pelayanan publik yang telah terbangun kokoh di Gumi Tatas Tuhu Trasna dapat terus dipertahankan.
Baca Juga: Jelang MotoGP, 289 PJU Bypass Masih Padam, Dishub Loteng Sebut BPJN Tidak Ada Anggaran Pemeliharaan
“Terima kasih atas kerja sama dan kebersamaan seluruh elemen selama saya bertugas di Lombok Tengah. Saya meyakini di bawah kepemimpinan yang baru, Kejari Loteng akan semakin maju, makin profesional, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Putri pekan lalu.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan Berita Lombok Post