LombokPost - Kinerja keuangan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirtha Ardhia Rinjani (Tiara) Lombok Tengah (Loteng) terus menunjukkan tren positif.
BUMD milik pemerintah daerah ini berhasil membukukan laba bersih Rp 2,6 miliar untuk tahun anggaran 2025 dan siap menyetorkan dividen sekitar Rp 260 juta ke kas daerah.
Hal itu disampaikan Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri usai menghadiri rapat tertutup pembahasan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) BUMD tahun 2025 serta laporan direksi periode 2021-2026 di De Balen Soultan Hotel, Praya, Selasa (11/8).
Bupati Pathul mengapresiasi kontribusi perusahaan yang dinilainya kian membaik. Walau nilai dividen yang disetorkan belum terlampau besar, kontribusi itu diharapkan terus berkelanjutan.
“Kami berharap kontribusi dalam bentuk dividen ini bisa berkelanjutan untuk mendukung pendapatan daerah,” ujar Pathul kepada wartawan.
Baca Juga: Tunggakan Pelanggan Perumdam Tiara Capai Rp 8 Miliar, Gandeng Kejari untuk Penagihan
Meski demikian, bupati memberikan catatan penting yang harus diselesaikan di lapangan. Yakni, pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat, baik dari segi kualitas maupun kuantitas.
“Perbanyak sambungan rumah (SR) dan diimbangi dengan peningkatan kualitas serta kontinuitas pelayanan,” tegasnya.
Untuk mengurai persoalan ketersediaan air bersih di sejumlah titik, Pemkab Loteng kini mengikhtiarkan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Masmirah.
SPAM baru ini dirancang untuk menyuplai kebutuhan air bersih di tiga kecamatan, yakni Pringgarata, Jonggat, dan Praya Barat Daya.
Dengan beroperasinya SPAM baru di wilayah barat kelak, distribusi air dari wilayah utara yang selama ini terserap ke barat dapat dialihkan untuk memperkuat pasokan ke wilayah timur hingga selatan Loteng.
Baca Juga: Pathul Serukan Perlindungan Anak hingga Ruang Digital
Selain menyiapkan infrastruktur fisik, Pemkab Loteng bersama manajemen Perumdam juga menyiapkan sumber daya manusia (SDM) agar pengelolaan fasilitas baru berjalan optimal.
Direktur Utama Perumdam Tiara Loteng Bambang Soepratomo menjelaskan, perusahaan dalam beberapa tahun terakhir sudah terbebas dari tren kerugian. Dari laba bersih Rp 2,6 miliar, dividen yang disetorkan ke pemerintah daerah sekitar Rp 260 juta.
“Ini merupakan penyerahan dividen yang ketiga kalinya dan disesuaikan dengan kemampuan perusahaan. Sesuai Perda Tahun 2022, batas maksimal dividen memang 50 persen dari laba bersih. Artinya boleh kurang dari itu, asal jelas peruntukannya,” terang Bambang.
Ia menambahkan, Bupati Pathul Bahri telah mengarahkan sisa laba bersih untuk diinvestasikan kembali (reinvestasi) demi memperkuat performa perusahaan. Fokusnya meliputi peningkatan kapasitas SDM serta perbaikan dan perluasan jaringan pipa distribusi air bersih.
Baca Juga: Sirkuit Mandalika Absen dari GTWCA 2027
Capaian positif ini, menurut Bambang, tidak lepas dari pembenahan menyeluruh pada tata kelola keuangan dan operasional. Dampaknya, jumlah pelanggan kini mencapai 54 ribu, termasuk optimalisasi dari segmen pelanggan bisnis.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan Berita Lombok Post