LombokPost - Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di atas lahan SMPN 5 Praya Timur memicu sorotan setelah foto dan videonya ramai beredar di media sosial. Pemerintah desa dan Disdikbud Lombok Tengah memastikan lokasi koperasi tidak mengganggu aktivitas belajar karena berada puluhan meter dari ruang kelas.
Foto dan video yang beredar memperlihatkan lokasi kedua bangunan yang tampak begitu dekat hingga memicu beragam spekulasi warganet. Banyak yang mempertanyakan kejelasan status lahan hingga potensi terganggunya kenyamanan proses belajar-mengajar para siswa.
Baca Juga: Puluhan Ribu Warga Loteng Keluar dari Daftar Bansos
Kepala Desa Beleke Lebe Sane Muhammad Tohir menegaskan, pembangunan KDMP di area itu sudah sesuai prosedur berjenjang dan berdiri di atas lahan milik pemerintah daerah. Ia memastikan aktivitas koperasi tidak akan mengganggu kegiatan sekolah karena jaraknya puluhan meter dari ruang kelas.
“Terlihat berdampingan karena gerbang sekolah ini yang dekat dengan bangunan koperasi, (tembok) di bagian depan saja tidak menyeluruh,” terang Tohir saat memberikan klarifikasi di lokasi, Kamis (13/8).
Pantauan Lombok Post di lokasi menunjukkan gedung KDMP berada cukup jauh dari bangunan ruang kelas. Tampak luar yang terlihat begitu menempel di media sosial karena letaknya berdekatan dengan area gerbang depan di pinggir jalan. Sekolah ini juga hanya memiliki tembok di bagian depan, tanpa tembok keliling yang mengitari seluruh batas lahan.
Baca Juga: Laba Rp 2,6 Miliar, Perumdam Tiara Loteng Setor Dividen Rp 260 Juta
Perwakilan Pengurus KDMP Beleke Lebe Sane Nasiruddin mengatkaan, sebelum memutuskan menggunakan lahan milik pemerintah daerah di area sekolah, pihaknya sempat berencana menggunakan lahan pribadi milik kepala desa melalui proses hibah. Namun, rencana itu batal karena tidak mencapai kesepakatan keluarga.
“Sehingga bersama komite sekolah bermusyawarah dan setuju dibangun di sana karena merupakan lahan pemerintah daerah,” ungkap Nasiruddin.
Nasiruddin optimistis kehadiran KDMP akan membawa dampak positif yang nyata, baik bagi sekolah maupun warga sekitar yang mayoritas merupakan petani tembakau.
Di tengah sulitnya mendapatkan pupuk dan melambungnya harga sembako, keberadaan koperasi diharapkan menjadi solusi ekonomi warga.
“Ketika koperasi maju, sekolah maju, maka desa pun ikut maju,” tambahnya.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Loteng Lalu Rupawan Joni membenarkan, Pemkab Loteng memberikan sebagian lahan di sekolah itu untuk dibangun KDMP.
“Artinya menjadi kewenangan bupati, dan tidak mempengaruhi aktivitas sekolah,” singkatnya.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan Berita Lombok Post