LombokPost - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) mengambil langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengantisipasi dampak perubahan iklim. Dipimpin langsung Kapolda NTB Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja, Polda NTB bersama lintas instansi menggelar penanaman 10 ribu pohon berkayu secara serentak di berbagai wilayah NTB, Jumat (14/8).
Aksi penghijauan skala besar ini difokuskan pada dua lokasi strategis di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Penanaman pohon berkayu dilakukan di Bukit 360 Sirkuit Internasional Mandalika. Sementara pohon bakau ditanam di pesisir Pantai Gerupuk. Kegiatan yang diinisiasi Polda NTB ini turut melibatkan Pemkab Lombok Tengah, ITDC, Kodim 1620/Loteng, hingga jajaran dari 10 Polres dan Polresta se-NTB.
Baca Juga: Usulan Naik Kelas Kejari Loteng Tertahan Jumlah Perkara
Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja menyampaikan, aksi penanaman pohon ini dilatarbelakangi ancaman nyata perubahan iklim global, pemanasan global, hingga laju kerusakan hutan dan penyempitan lahan hijau. Kondisi itu memicu berbagai bencana ekologis, mulai dari kekeringan berkepanjangan, banjir bandang, fenomena cuaca ekstrem El Nino, hingga krisis ketersediaan air bersih di tengah masyarakat.
“Kondisi ini memerlukan langkah antisipasi yang nyata. Oleh karena itu, aksi penanaman serentak ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, melainkan akan rutin kami gelar sebanyak dua kali dalam sebulan,” ujar Kapolda NTB kepada awak media seusai kegiatan.
Baca Juga: Puluhan Ribu Warga Loteng Keluar dari Daftar Bansos
Ia menambahkan, penanganan masalah lingkungan perlu dilakukan secara komprehensif. Untuk mengatasi krisis air bersih jangka pendek, Polda NTB bekerja sama dengan Pemkab Lombok Tengah telah membangun sejumlah sumur bor di wilayah yang menjadi langganan kekeringan.
Sementara itu, aksi penanaman pohon diniatkan sebagai investasi jangka panjang guna mengatasi degradasi lahan.
“Pemeliharaan tanaman tentu akan kami lakukan secara berkala melalui penyiraman dan perawatan rutin dari pengelola kawasan,” tambahnya.
Baca Juga: Laba Rp 2,6 Miliar, Perumdam Tiara Loteng Setor Dividen Rp 260 Juta
Khusus di area perbukitan Mandalika, jenis tanaman yang dipilih merupakan pohon berkayu keras. Tanaman itu memiliki daya serap dan kemampuan mengikat air tanah yang kuat, seperti pohon beringin, asam, dan trembesi. Sementara untuk area pesisir pantai, ekosistem dikuatkan dengan penanaman pohon bakau guna mencegah abrasi.
Pemilihan Bukit 360 Sirkuit Internasional Mandalika sebagai pusat kegiatan bukan tanpa alasan. Kawasan Mandalika kini menjadi salah satu destinasi utama wisatawan mancanegara maupun domestik. Dengan banyaknya agenda internasional yang berlangsung di lokasi itu, isu kelestarian lingkungan hidup menjadi poin penting yang terus disorot dunia.
Apalagi, ajang balap motor paling bergengsi dunia, MotoGP 2026, dijadwalkan kembali bergulir pada 9-11 Oktober mendatang. Kehadiran pembalap kebanggaan Indonesia seperti Mario Aji dan Veda Ega diyakini akan mendatangkan animo penonton yang sangat besar.
Baca Juga: DPRD Fraksi Gerindra Apresiasi Pembahasan APBD 2027 NTB Tepat Waktu
“Saat antusiasme pengunjung melimpah ruah di Mandalika, kita berharap lanskap perbukitan di sekitar sirkuit sudah tampak hijau, asri, dan teduh. Ini memberikan impresi positif bagi dunia internasional,” jelas Irjen Kalingga.
Guna memastikan keberlanjutan gerakan penghijauan ini, Kapolda menginstruksikan seluruh elemen kepolisian di tingkat tapak untuk bergerak aktif. Sebanyak 1.166 Bhabinkamtibmas yang tersebar di 117 kecamatan serta 6.772 petugas Polmas di 10 kabupaten/kota diminta mengajak warga desa membudayakan menanam pohon di lingkungan masing-masing.
Baca Juga: Geger! WNA Asal Afrika Selatan Ditemukan Meninggal Dunia di Rumah Sewaan Kuta Lombok Tengah
“Jika kesadaran ini terus tumbuh, insyaallah program Bapak Presiden yakni 'Indonesia Asri' bisa kita wujudkan bersama, yang diinisiasi dari bumi Mandalika, NTB,” tegasnya.
Inisiatif Polda NTB ini mendapat apresiasi dari Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri. Kehadiran seluruh jajaran Forkopimda Lombok Tengah dalam kegiatan itu menunjukkan komitmen daerah dalam mendukung gerakan kelestarian lingkungan.
“Penanaman pohon ini merupakan langkah nyata yang sangat berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan Lombok Tengah. Harapan kita, gerakan keberlanjutan seperti ini bisa diteruskan dan dilakukan oleh siapa saja,” singkat bupati.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan Berita Lombok Post