LombokPost - Gelaran balap bergengsi Mandalika Festival of Speed (MFoS) seri ketiga resmi dibuka dan berlangsung selama tiga hari berturut-turut, 14 hingga 16 Agustus. Ajang yang diikuti 103 pembalap ini membawa misi mematangkan talenta lokal agar siap bertarung di panggung balap internasional.
Suasana lintasan langsung memanas sejak Jumat pagi (14/8). Puluhan mobil dari berbagai kategori tampak memadati pit lane dan turun mengaspal dalam sesi latihan bebas.
Baca Juga: Polda NTB Hijaukan Mandalika, Aksi Serentak Tanam 10 Ribu Pohon
Para pembalap memanfaatkan sesi ini secara optimal untuk mencari setelan kendaraan terbaik, membaca karakter angin pesisir, serta menaklukkan sudut-sudut tikungan Sirkuit Mandalika demi mengamankan catatan waktu terbaik.
General Manager The Mandalika I Made Pari Wijaya menegaskan, konsistensi penyelenggaraan MFoS merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem otomotif nasional yang solid dan berkelanjutan. MFoS bukan sekadar ajang adu kecepatan rutin, melainkan wadah pembinaan berjenjang bagi para pembalap Tanah Air.
“Kami berharap melalui persaingan ketat di fasilitas berstandar dunia ini, akan lahir generasi pembalap Indonesia yang kompetitif, bermental juara, dan mampu mengibarkan bendera Merah Putih di kejuaraan tingkat internasional,” ujar I Made Pari Wijaya saat ditemui di Bukit 360 Sirkuit Internasional Mandalika, Jumat (14/8).
Setelah melakoni persiapan pada Jumat, tensi persaingan dipastikan meningkat pada akhir pekan. Pada Sabtu (15/8), para pembalap akan beradu strategi dan kecepatan dalam sesi Balapan 1 (Race 1).
Baca Juga: ITDC Siapkan Camping Ground saat MotoGP Mandalika 2026
Sementara itu, persaingan memperebutkan podium tertinggi akan mencapai puncaknya pada Minggu (16/8) melalui sesi Balapan 2 (Race 2).
“Saat sesi balapan kedua, seperti biasa kami hadirkan pitwalk gratis bagi penonton dengan berbagai merchandise menarik,” katanya.
Keseruan aksi saling salip di lintasan sepanjang 4,31 kilometer ini tidak hanya memanjakan para pencinta otomotif. Ajang ini juga semakin mempertegas posisi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sebagai pusat sport tourism unggulan di Asia Tenggara.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan Berita Lombok Post