Viral ! Wisatawan Keluhkan Pungli Berkedok Retribusi di Bukit Seger Lombok Tengah

Lestari Dewi • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:01 WIB

Viral di media sosial wisatawan menunjukkan tiket berwarna kuning dugaan pungutan liar (pungli) berkedok tiket retribusi di Bukit Seger, Desa Kuta, Pujut, Lombok Tengah

Viral di media sosial wisatawan menunjukkan tiket berwarna kuning dugaan pungutan liar (pungli) berkedok tiket retribusi di Bukit Seger, Desa Kuta, Pujut, Lombok Tengah

 

LombokPost – Media sosial dihebohkan dengan keluhan seorang wisatawan yang membagikan pengalaman buruknya saat berkunjung ke kawasan wisata Bukit Seger, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. 

Wisatawan tersebut mengeluhkan maraknya dugaan pungutan liar (pungli) berkedok tiket retribusi serta kondisi kawasan wisata yang dikotori sampah berserakan.

​Dalam rekamannya, wisatawan wanita tersebut memperlihatkan dua lembar tiket retribusi yang diterimanya dalam waktu berdekatan. 

Saat memarkirkan sepeda motor, ia diminta membayar retribusi sebesar Rp10.000 dengan karcis bertuliskan "Retribusi Masuk Festival Bau Nyale".

Baca Juga: Tim Saber Pungli Loteng Sidak Jukir Liar di KEK Mandalika

​Tak berhenti di situ, saat berjalan menaiki bukit, ia kembali dihentikan oleh oknum warga dan diminta membayar biaya tambahan. Setelah sempat protes, ia diberikan tiket retribusi naik bukit yang tertera tarif resminya hanya sebesar Rp2.500.

​Ia menegaskan bahwa persoalannya bukan terletak pada besaran nominal uang, melainkan kejujuran dan transparansi pengelolaan wisata. 

Baca Juga: Kasus Pungli, Mantan Pejabat DKP Loteng Dituntut Empat Tahun Penjara

Ia menilai tindakan penarikan tarif yang tidak sesuai dengan nominal di tiket merupakan bentuk pemerasan yang merusak citra pariwisata Lombok.

​Selain persoalan pungli, ia juga menyoroti banyaknya sampah plastik yang berserakan di sepanjang lereng bukit. Padahal, potensi keindahan alam pantai dan laut dari atas bukit tersebut sangat luar biasa.

​Wisatawan tersebut berharap Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dan dinas terkait segera turun tangan membenahi tata kelola pariwisata di kawasan tersebut, baik dari segi penertiban tarif retribusi maupun kebersihan lingkungan, agar para wisatawan yang berkunjung merasa nyaman dan tidak kapok.

 

 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Facebook
wisatawan Lombok Tengah pungutan liar Desa Kuta Bukit Seger