LombokPost--Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Mataram mengoptimalkan potensi tanaman herbal lokal untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Lewat kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), kampus ini menggembleng kader kesehatan dan kelompok PKK Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah.
Program bertajuk “Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Pembuatan Obat Tradisional Sinusitis Nursehan” ini diampu oleh tim dosen yang terdiri dari Agrijanti SPd MKed, Dr. Ershandi Reshna Leksmana SSi MSc, Rohmi SSi MSi, dan Thomas Tandi Manu SSi MSi.
Kegiatan bergulir sejak Juni lalu dan dijadwalkan merampungkan seluruh tahapannya hingga akhir tahun.
“Kami ingin membangun pemahaman dan komitmen bersama masyarakat, khususnya kader dan PKK, agar potensi tanaman herbal dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kesehatan,” kata Agrijanti, anggota tim pengabdi Poltekkes Kemenkes Mataram.
Baca Juga: Siswi SMAN 1 Labuapi Raih Juara II FLS3N Cipta Puisi, Benda Mati Jadi Inspirasi Puisi
Pendekatan yang diterapkan mencakup empat tahapan utama: sosialisasi, pelatihan dan bimbingan teknis, implementasi, serta pendampingan dan pengawasan berkelanjutan.
Tim tidak hanya mengedukasi cara pengolahan ramuan herbal yang tepat dan bertanggung jawab, tetapi juga melakukan evaluasi berkala untuk mengukur efektivitas program dan peningkatan kemandirian warga.
Menariknya, program ini tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan kesehatan rumah tangga semata.
Potensi ramuan tradisional tersebut turut disuntikkan ke dalam konsep wisata berbasis kesehatan (health tourism) yang tengah berkembang di Desa Bonjeruk.
Baca Juga: Kepala SD-SMP Mataram Segera Diisi, Nama Calon Kasek Sudah Disiapkan
Kombinasi antara edukasi kesehatan, pemanfaatan herbal, dan pengembangan pariwisata ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi bagi warga setempat.
“Langkah ini menjadi bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi. Kolaborasi dosen, kader, dan warga diharapkan melahirkan model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan di Lombok Tengah,” pungkas tim pengabdi.
Editor : Kimda FaridaSumber : siaran pers