Merespons peristiwa tersebut, Sirajuddin, yang juga menjabat sebagai Direktur PT Kurnia Indonesia sekaligus dosen Poltekpar Lombok, bergerak cepat dengan memberikan simpati serta komitmen bantuan langsung ke lokasi kejadian.
Sirajuddin dan tim dijadwalkan turun langsung ke Desa Adat Sade pada Minggu pagi (23/8) pukul 09.00 WITA untuk menyerahkan tali asih kepada pengelola desa wisata.
Baca Juga: Dorong Sport Tourism, Wamenpora Taufik Hidayat Resmikan Sade Social Space di KEK Mandalika
Melalui komunikasi telepon pada Minggu subuh, ia memberikan semangat kepada para pelaku adat dan pengelola agar tidak berlarut dalam kesedihan.
Menegaskan komitmen MIF dan PT Kurnia Indonesia untuk terus menggelorakan semangat bangkit bagi Desa Sade sebagai jantung dan penyangga budaya Sasak (SASAMBO).
"Saya selaku mitra sangat terpukul, prihatin, dan turut sedih. Mari kita bangkitkan lagi ikon wisata kita ini. Desa Wisata Sade harus tetap berdiri tegak sebagai penyangga utama budaya," ujar Sirajuddin.
Baca Juga: Wapres Gibran Kunjungi Desa Adat Sade, Apresiasi Kearifan Lokal Suku Sasak
Bagi manajemen MIF, Desa Adat Sade memiliki keterikatan sejarah yang kuat karena menjadi salah satu inspirasi lahirnya gelaran Mandalika International Festival. Kendati belum ada laporan korban jiwa, proses pendataan total kerugian material serta penyelidikan penyebab pasti kebakaran masih terus dilakukan oleh pihak berwenang.
Editor : Siti Aeny MaryamSumber : Liputan