UMKM NTB Bersiap Panen Cuan di MotoGP Mandalika, Penjualan Tiket Sudah Capai 50 Persen

Lestari Dewi • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 07:33 WIB
DUKUNG UMKM: Direktur Utama MGPA Ananda Mikola (kiri) menunjukkan penandatanganan kerja sama merchandise MotoGP Mandalika 2026 bersama Ketua Gekrafs NTB Yeyen Seprian Rachmat di Royal Box 12, Sirkuit Internasional Mandalika, Sabtu (22/8).
DUKUNG UMKM: Direktur Utama MGPA Ananda Mikola (kiri) menunjukkan penandatanganan kerja sama merchandise MotoGP Mandalika 2026 bersama Ketua Gekrafs NTB Yeyen Seprian Rachmat di Royal Box 12, Sirkuit Internasional Mandalika, Sabtu (22/8).

 

LombokPost - Ajang balap dunia MotoGP Mandalika 2026 diyakini bakal menjadi panggung emas bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif lokal.

Kehadiran dua pembalap, Mario Aji dan Veda Ega Pratama, diprediksi menjadi magnet kuat yang menyedot gelombang penonton lebih besar ke Sirkuit Internasional Mandalika.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Ananda Mikola mengaku sangat optimistis lonjakan penonton tahun ini akan berdampak langsung pada gairah penjualan merchandise lokal.

“Dampak semakin banyaknya penonton, InsyaAllah berdampak juga pada merchandise ini. Kita optimis penonton lebih banyak,” ujar Ananda, Sabtu (22/8).

Baca Juga: TANPA BATAS USIA! Cek Posisi Lowongan 2.500 Volunteer MotoGP Mandalika 2026

Guna memaksimalkan angka penjualan, MGPA menyiapkan strategi khusus. Salah satunya dengan mengimbau para pembalap dunia untuk mengenakan merchandise karya warga NTB saat agenda rolling thunder. Penempatan dan eksposur produk akan dirancang agar melekat langsung pada sosok para pembalap.

Terkait lokasi titik penjualan, MGPA masih mematangkan tata letak final menyusul adanya penyesuaian panggung hiburan dan area penonton. Meski begitu, MGPA berkomitmen penuh agar ajang kelas dunia ini memberi dampak nyata bagi ekonomi kreatif daerah.

Secara pribadi, Ananda sangat bangga menghadirkan seni dan kreativitas warga, apalagi jika dikenakan pembalap. “Pembalap-pembalap ini juga sangat bangga hadir di sini karena kita memiliki kearifan lokal unik yang beda dari negara lain,” tegas mantan pembalap nasional itu.

Baca Juga: Wujud Kepedulian, Pullman Lombok Salurkan Bantuan Darurat untuk Desa Wisata Sade

Langkah strategis ini mendapat sambutan hangat dari Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) NTB. Ketua Gekrafs NTB Yeyen Seprian Rachmat menyebut, kolaborasi ini berawal dari kesamaan visi untuk memastikan ajang internasional membawa manfaat bagi masyarakat NTB.

“Ini jadi kebanggaan karena pelaku ekonomi kreatif diberi akses memproduksi merchandise resmi MotoGP Mandalika 2026. Harapannya, produk lokal bisa terus tumbuh, berkembang, dan naik kelas dari sisi kualitas,” ungkap Yeyen.

Kualitas produk memang menjadi penekanan utama dari Dorna Sports dan MGPA, mengingat produk yang dijual menyasar pasar domestik hingga mancanegara. Saat ini, sebanyak enam item kerajinan lokal telah mengantongi persetujuan resmi dari Dorna Sports.

Merchandise yang bakal diluncurkan tidak hanya terbatas pada t-shirt atau kaos polo, tetapi juga menonjolkan kearifan budaya lokal Lombok. Di antaranya sapuk atau pengikat kepala khas suku Sasak dengan motif unik, kerajinan rotan, hingga gantungan kunci eksklusif.

Baca Juga: TPI Selong Belanak Berubah Jadi Vila, Aset Pemkab Loteng Diduga Diserobot Perusahaan?

Sementara itu, persiapan gelaran MotoGP Mandalika 2026 terus dimaksimalkan. Chairman MotoGP Mandalika 2026 Troy Reza Warokka mengungkapkan, persiapan menjelang hari balapan kini menyisakan waktu kurang dari sebulan. Koordinasi intensif bersama Pemerintah Provinsi NTB dan Pemkab Lombok Tengah pun berjalan sangat solid.

“Ajang tahun ini akan berbeda dari tahun sebelumnya. Kami menghadirkan camping ground, sirkuit lounge, keterlibatan UMKM yang lebih banyak, hingga Mandalika Street Food Festival,” terang Troy.

Dari sisi komersial, pergerakan penjualan tiket menunjukkan grafik yang sangat positif. Hingga saat ini, penjualan tiket dilaporkan telah menembus angka 50 persen. Penjualan ini bergerak jauh lebih cepat dibandingkan periode yang sama pada gelaran tahun lalu.

“Sejak diluncurkan, responnya sangat bagus. Animo positif masyarakat ini salah satunya terdorong oleh hadirnya Mario dan Veda,” tambahnya.

Baca Juga: ITDC Siapkan Camping Ground saat MotoGP Mandalika 2026

Menanggapi tudingan minimnya promosi, Troy secara tegas membantahnya. Pihaknya mengombinasikan promosi media sosial dengan kampanye masif di media lokal maupun nasional. Dukungan penuh dari pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota turut memperkuat jangkauan informasi.

“Ditambah lagi agenda menghadirkan Mario dan Veda ke Jakarta, Jogja, hingga sesi latihan mereka di Sirkuit Mandalika. Semua itu menghasilkan exposure yang luas. Secara promosi, semua sudah bergerak sangat baik,” kata Troy.

Troy menegaskan, promosi tidak seluruhnya dikeluarkan sejak awal, tetapi dibagi berdasarkan momentum dan target pasar. Strategi itu menjadi bagian dari pengaturan ritme kampanye pemasaran hingga mendekati pelaksanaan balapan.

“Kami ingin bahwa promo ini bukan sesuatu yang dihamburkan di depan, tetapi tidak ada ujungnya di belakang,” ujarnya. 

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
UMKM Ekonomi Kreatif MotoGP Mandalika 2026 Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Gekrafs NTB