LombokPost--Tuan Guru Bajang (TGB) Dr KH Muhammad Zainul Majdi, MA menghadiri Tablig Akbar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Nurul Ihsan NWDI Tilawah, Desa Bujak, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Senin (24/8).
Dalam tausiyahnya, TGB mengajak masyarakat menjaga keberlangsungan pesantren sekaligus mengingatkan para suami untuk bertanggung jawab memenuhi kebutuhan keluarga. Tablig Akbar mengusung tema “Cinta Teguh pada Agama, Cinta Kokoh pada Negara”.
Kehadiran TGB disambut antusias ribuan jamaah yang terdiri atas santri, tuan guru, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai wilayah Lombok Tengah.
TGB meminta masyarakat bersama-sama menjaga dan mengembangkan keberadaan pondok pesantren.
Menurutnya, lembaga pendidikan keagamaan memiliki peran penting dalam mencetak generasi yang memahami agama sekaligus memiliki wawasan kebangsaan.
“Mari bapak, ibu, saudara sekalian, kita jaga pondok pesantren ini. Karena tidak sedikit sekolah tutup karena tidak ada yang mau belajar. Teruslah belajar,” kata TGB dalam tausiahnya.
Dia juga berpesan kepada para santri agar tidak minder meski menempuh pendidikan di madrasah yang berada di pelosok desa.
Baca Juga: TGB: Makna Kemerdekaan RI ke-81 Sebagai Momen Rekonsiliasi dan Buang Egoisme
Menurut TGB, banyak tokoh dan pemimpin nasional yang berasal dari desa.
Selain pendidikan, TGB menyoroti tanggung jawab suami dalam memenuhi kebutuhan keluarga.
Dia mengingatkan para suami agar tidak menyerahkan beban mencari nafkah kepada istri, terlebih dengan mendorong istri bekerja ke luar negeri tanpa mempertimbangkan berbagai risiko.
“Suami harus berani berlelah-lelah. Tidak boleh berleha-leha,” tegasnya.
TGB menekankan, mencari nafkah untuk keluarga merupakan tanggung jawab suami.
Di sisi lain, dia juga mengingatkan istri agar tidak menuntut sesuatu yang berada di luar kemampuan suami.
Ketua YPP Nurul Ihsan NWDI Tilawah Ustaz Isa Qutbuddin mengatakan, lembaga pendidikan tersebut memiliki dua jenjang pendidikan, yakni MTs yang diresmikan pada 14 Juni 1990 dan MA yang berdiri pada 2009.
“Kami berharap ke depannya santri-santri kami terus bertambah sehingga keberadaan pesantren dapat semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Apresiasi terhadap keberadaan yayasan juga disampaikan Sekretaris PRNU Desa Bujak Johan Kurnianda.
Sebagai alumni MTs Nurul Ihsan NWDI Tilawah, Johan menilai para pengelola dan tenaga pendidik telah menunjukkan keikhlasan dan konsistensi dalam mengembangkan lembaga pendidikan tersebut.
Dia berharap perhatian terhadap infrastruktur madrasah terus ditingkatkan.
Baca Juga: TGB Kenang Penampilan Vidi Aldiano di ajang MTQ Nasional 2016
Menurutnya, dukungan tidak hanya dibutuhkan dari pemerintah, tetapi juga dari seluruh elemen masyarakat.
“Saya berharap tidak hanya kepada pemerintah, tetapi kepada semua elemen masyarakat untuk bersama-sama memperhatikan infrastruktur madrasah, baik MTs maupun MA,” katanya.
Tablig Akbar tersebut menjadi momentum memperkuat silaturahmi antara ulama, santri, masyarakat, dan tokoh agama.
Kegiatan ditutup dengan doa pusaka yang diikuti jamaah hingga selesai.
Keberadaan Pondok Pesantren Nurul Ihsan NWDI Tilawah diharapkan terus berkembang sebagai lembaga pendidikan keagamaan dan menjadi ruang bagi generasi muda untuk memperkuat ilmu, keimanan, serta kecintaan terhadap agama dan negara
Editor : Kimda FaridaSumber : Liputan