Pelamar Relawan MotoGP 2026 Meledak 3 Kali Lipat, MGPA Rombak Alur Antrean

Lestari Dewi • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:08 WIB
MGPA rombak alur antrean pendaftar relawan MotoGP Mandalika 2026 usai hari pertama pendaftar membeludak di Sirkuit Internasional Mandalika, Jumat (28/8).
MGPA rombak alur antrean pendaftar relawan MotoGP Mandalika 2026 usai hari pertama pendaftar membeludak di Sirkuit Internasional Mandalika, Jumat (28/8).

 

LombokPost — Hari pertama rekrutmen relawan (volunteer) MotoGP Mandalika 2026 diwarnai lonjakan hebat jumlah pendaftar. Sebanyak 1.140 calon relawan berjubel mendatangi Dining Hall Sirkuit Internasional Mandalika pada Senin (24/8) lalu, memicu kepadatan antrean hingga tiga kali lipat dari rata-rata pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.

​Kepadatan antrean relawan yang sempat membludak tersebut merespons cepat Mandalika Grand Prix Association (MGPA). Manajemen langsung mengevaluasi alur antrean (flowqueue) dengan merancang sistem baru, menyediakan ruang tunggu berpendingin (holding room), serta membagikan air minum gratis agar seluruh calon peserta relawan agar tetap merasa nyaman di tengah persaingan ketat.

​"Rekrutmen dibuka dari tanggal 24 hingga 31 Agustus mendatang. Antusiasme pelamar relawan sangat tinggi sejak hari pertama, mencapai sekitar 1.140 orang, lalu grafiknya melandai," ujar Human Capital & General Affair Manager MGPA, Nurjanah Firdaus Dewi, Jumat (28/8).

Baca Juga: Tiket MotoGP Mandalika Sudah Terjual Hampir 50 Persen

​Dewi menegaskan, kesiapan infrastruktur antrean menjadi prioritas utama untuk mempertahankan kenyamanan peserta selama sesi walk-in interview relawan. 

​"Kami berkomitmen melakukan upaya terbaik terhadap pelaksanaan proses interview dan memastikan seluruh tahapan berjalan lebih terstruktur, tertib, serta tetap mempertahankan kenyamanan seluruh peserta," paparnya.

​Hingga hari kelima pendaftaran, total pendaftar relawan telah menembus angka lebih dari 2.500 orang. Dari jumlah tersebut, komposisi warga lokal Kabupaten Lombok Tengah mendominasi hingga 60 persen, disusul peserta dari Kota Mataram, Lombok Barat, hingga luar daerah.

​MGPA juga menegaskan komitmennya untuk mengutamakan putra-putri daerah dalam mengisi posisi vital, mulai dari marshals, ticketing, hospitality, crowd control, kebersihan, hingga keamanan.

Baca Juga: Pesona Desa Wisata Sasak Ende di Lombok Tengah

​"Khusus untuk hospitality, ketentuannya tidak sekadar murah senyum, tetapi juga harus ramah, rapi, dan bersih," tegas Dewi.

​Antusiasme tinggi ini didorong oleh hasrat masyarakat lokal untuk memburu pengalaman kerja berstandar internasional. 

Intan Karina Lestari, mahasiswi semester akhir UIN Mataram asal Lombok Tengah, mengaku rela berjuang di tengah padatnya antrean demi mendapatkan tempat di bagian ticketing.

​"Saya senang bertemu banyak orang dan mencari pengalaman. Apalagi sirkuit ini ada di Lombok Tengah, tempat tinggal saya. Tentu saya ingin berpartisipasi dan memanfaatkan keberadaan sirkuit ini sebaik-baiknya," ungkap Intan.

Baca Juga: MotoGP Mandalika 2026, Riders Parade Lombok Hadirkan hingga 10 Pembalap

​Senada dengan Intan, keberadaan sirkuit juga menyerap semangat warga sekitar seperti Dian Sinarti, warga Desa Kawo yang berani mendaftar sebagai petugas cleaning service. 

Didukung penuh oleh keluarganya, ia membuktikan bahwa ajang internasional ini menjadi ajang pembuktian kapasitas diri bagi seluruh lapisan masyarakat Lombok.

 

 

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
rombak relawan MGPA MotoGP Mandalika 2026 pendaftar