LombokPost - Masyarakat Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng), tengah bersiap menggelar tradisi adat Nyemulaq. Ritual sakral ini menjadi tanda dimulainya penataan dan pemulihan rumah-rumah adat beratap ilalang yang ludes terbakar pekan lalu.
Momen peletakan batu pertama pembangunan kawasan cagar budaya ikonik ini dijadwalkan berlangsung Kamis (3/9), bertepatan dengan perayaan suci Maulid Nabi Muhammad SAW. Sebagai sarana persiapan menuju prosesi adat itu, warga Sade bahu-membahu bergotong royong mendirikan gazebo (berugak) serta tenda ibadah darurat di atas tanah sisa kebakaran.
Berugak ini nantinya difungsikan sebagai tempat berteduh dan pusat aktivitas saat ritual Nyemulaq dilaksanakan. “Berugak ini kami bangun untuk tempat berteduh saat peletakan batu pertama pemulihan rumah adat nanti,” ujar Semeru, warga setempat, kepada Lombok Post, Senin (31/8).
Baca Juga: Menenun Asa di Desa Wisata Sade Rembitan, Perempuan Sade Menunggu Sesek Kembali Memutar Roda Ekonomi
Semeru menjelaskan, Nyemulaq merupakan hasil musyawarah mufakat antara warga dusun, tokoh adat, serta perwakilan Pemkab Loteng dan Pemprov NTB. Pendirian berugak penunjang acara pun telah mengantongi izin resmi dari pemerintah daerah, kepala dusun, hingga Pokdarwis setempat.
Bagi masyarakat Sasak Sade, Nyemulaq bukan sekadar prosesi fisik, melainkan simbol spiritual awal kebangkitan dan gotong royong warga. “Nyemulaq ini adalah bentuk kesepakatan kami sebagai langkah awal bergotong royong, mulai dari menganyam atap ilalang hingga penataan kembali kawasan. Harapan kami semua adalah kembali terbangunnya kampung adat ini,” terang Semeru.
Selain menyiapkan lokasi Nyemulaq, warga juga mendirikan tenda darurat di atas tapak Masjid Sade yang terbakar agar aktivitas ibadah masyarakat dan wisatawan tetap berjalan. Sarana air bersih di lokasi juga dipastikan sudah tersedia.
Baca Juga: Menenun Asa di Desa Wisata Sade Rembitan, Senyum Marwan, Kala Rupiah Hangus Kembali Utuh
Persiapan pelaksanaan tradisi Nyemulaq ini dibenarkan Wakil Bupati Loteng M Nursiah. Ia menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen mendampingi penuh setiap tahapan penataan kawasan cagar budaya itu.
“Nggih (benar, red) jadwal peletakan batu pertama atau Nyemulaq sudah dirancang bersama tokoh adat pada Kamis (3/9) nanti,” cetusnya terpisah.
Pemerintah daerah hadir penuh mendukung pemulihan Desa Wisata Sade. Ini bukan sekadar membangun kembali fisik bangunan yang rusak, tetapi merawat identitas, budaya, dan kebangkitan warga Loteng.
Guna memastikan arena ritual Nyemulaq siap digunakan, pembersihan sisa jelaga terus dikebut. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Loteng Lalu Sarkin mengungkapkan, sebagian besar puing sisa kebakaran telah diangkut bertahap menuju TPA Desa Pengengat.
Baca Juga: Pesona Desa Wisata Sasak Ende di Lombok Tengah
“Saat pembersihan, ada sekitar 40 hingga 50 ton puing yang kita angkut ke TPA. Yang masih tersisa di lokasi hanyalah perabotan warga yang sekiranya masih bisa digunakan,” jelas Sarkin.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan Berita Lombok Post