MotoGP dan KEK Mandalika Dongkrak Investasi Loteng, Lima Tahun Tembus Rp 17,12 Triliun

Lestari Dewi • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 07:47 WIB
Wisatawan menikmati momen matahari terbenam di perbukitan Merese, KEK Mandalika, Lombok Tengah, beberapa waktu lalu.
Wisatawan menikmati momen matahari terbenam di perbukitan Merese, KEK Mandalika, Lombok Tengah, beberapa waktu lalu.

 

LombokPost - Kehadiran ajang balap dunia MotoGP Mandalika tak sekadar menghadirkan deru mesin dan adu kecepatan para pebalap kelas dunia. Lebih dari itu, event tahunan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika ini terbukti menjadi mesin penggerak utama yang mengerek perputaran ekonomi dan investasi di Lombok Tengah (Loteng).

Wakil Bupati (Wabup) Lombok Tengah (Loteng) M Nursiah menegaskan, MotoGP Mandalika merupakan indikator vital perputaran ekonomi daerah. Pemkab Loteng berharap bergulirnya perputaran uang selama event dapat berbanding lurus dengan peningkatan nilai dan pertumbuhan investasi di Gumi Tatas Tuhu Trasna.

“Pembinaan terhadap pemilik hotel, vila, homestay, hingga UMKM terus kami lakukan agar ikut mengerek kunjungan wisatawan, khususnya para investor,” kata Nursiah, Selasa (8/9).

Baca Juga: MotoGP 2026 Diproyeksi Beri Dampak Ekonomi Rp 5,3 Triliun

Dia menambahkan, keberadaan KEK Mandalika selama 5,5 tahun terakhir membawa dampak signifikan bagi iklim investasi daerah. Data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) pada portal Online Single Submission (OSS) mencatat akumulasi realisasi investasi di Loteng sepanjang periode 2021 hingga 2025 berhasil menembus angka fantastis, yakni Rp 17,12 triliun.

“Rata-rata pertumbuhan investasi tahunan mencapai 34,58 persen per tahun,” kata Nursiah.

Momen puncak, kata Nursiah, terjadi pada 2025 seiring kian matangnya penyelenggaraan MotoGP. Nilai investasi saat itu meroket hingga Rp 7,35 triliun. Angka itu didorong Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 5,05 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 2,30 triliun.

Baca Juga: Jelang MotoGP 2026, Sirkuit Mandalika Bersolek

Daya tarik MotoGP dan KEK Mandalika terus menjaga tren positif investasi hingga pertengahan tahun berjalan 2026. Pada Semester I 2026 (Januari-Juni), total akumulasi investasi PMA dan PMDN yang masuk ke Loteng telah mencapai Rp 2,715 triliun.

Realisasi investasi tersebut sudah memenuhi 85,38 persen dari target RPJMD Lombok Tengah 2026 yang ditetapkan sebesar Rp 3,18 triliun, atau setara 67,89 persen dari target Pemprov NTB sebesar Rp 4 triliun.

“Menyisakan dua triwulan di tahun 2026, kami optimis target investasi dapat terlampaui. Sekaligus memberikan dampak berantai bagi pembukaan lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat lokal,” terang mantan Sekda Loteng ini.

Chairman Grand Prix of Indonesia 2026 Troy Reza Warokka mengungkapkan optimisme peningkatan perputaran ekonomi saat MotoGP seiring tingginya animo masyarakat. Pergerakan positif terlihat jelas dari tren penjualan tiket yang meningkat serta tingkat pemesanan akomodasi yang membaik dan sebagainya.

Baca Juga: DPRD Loteng Soroti Limbah Lumpur Perumdam Ganggu Warga Penujak

“Dari sisi pertumbuhan kamar di Mandalika saja, ada Sade Social Space sekitar 40 kamar, hotel bintang tiga Giri Rose 50 kamar, dan Hotel Montana sekitar 40 kamar. Saya hitung setidaknya ada 500 kamar yang sudah bertambah di Mandalika. Ini menandakan setiap tahun target terus naik,” ujar Troy. 

 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
MotoGP investasi Lombok Tengah penggerak ekonomi KEK Mandalika