Damkartan Lombok Tengah Rancang Proteksi Kebakaran Destinasi Wisata Budaya

Lestari Dewi • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 07:21 WIB
HARUS AMAN: Sejumlah wisatawan domestik saat berkunjung ke Desa Wisata Sasak Ende, Desa Sengkol, Pujut, Loteng, belum lama ini.
HARUS AMAN: Sejumlah wisatawan domestik saat berkunjung ke Desa Wisata Sasak Ende, Desa Sengkol, Pujut, Loteng, belum lama ini.

 

LombokPost - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Lombok Tengah (Loteng) terus memperkuat mitigasi bencana di wilayah destinasi wisata budaya. Damkartan pun merancang konsep sistem proteksi kebakaran modern khusus untuk kawasan rumah adat di Desa Wisata Sasak Ende, Desa Sengkol, Pujut.

Kepala Damkartan Loteng Supardan mengungkapkan, dokumen desain sistem proteksi ini sudah diserahkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) serta Dinas Pariwisata (Dispar) Loteng. Langkah ini dilakukan agar usulan program dapat segera diteruskan ke pemerintah pusat.

“Desain sistem proteksi kebakaran rumah adat Ende ini merupakan upaya kita bersama dalam meningkatkan mitigasi dan pencegahan kebakaran di kawasan wisata budaya,” ujar Supardan, Rabu (9/9).

Baca Juga: Jaga Rumah Adat, Desa Wisata Sasak Ende Perkuat Mitigasi Bencana

Mengingat mayoritas bangunan rumah adat terbuat dari material yang mudah terbakar, seperti kayu dan atap ilalang, sistem proteksi yang dirancang pun dibuat sangat spesifik. Dalam konsep itu, Damkartan menyiapkan empat titik hidran yang tersebar di sisi utara, timur, selatan, dan barat kawasan.

Selain itu, akan dibangun pasokan reservoir air khusus untuk menyokong sistem penyemprot air otomatis. Sistem penyiram ini nantinya akan aktif secara berkala setiap satu jam untuk membasahi atap ilalang serta area sekitarnya agar tidak mudah terpicu api.

Guna penanganan awal jika timbul percikan api, kata Supardan, sebanyak 40 titik Alat Pemadam Api Ringan (APAR) juga akan disiagakan di sudut-sudut strategis kawasan adat. Dengan begitu, warga lokal maupun pengelola wisata dapat melakukan penanganan darurat secara cepat sebelum petugas tiba.

Baca Juga: Pesona Desa Wisata Sasak Ende di Lombok Tengah

Pemkab Loteng menargetkan realisasi fisik program proteksi ini dapat terlaksana pada akhir 2026 atau paling lambat 2027 mendatang. Pengusulan anggaran saat ini tengah diproses ke tingkat pusat.

“Langkah antisipatif ini penting agar warisan budaya dan ikon pariwisata kita di Lombok Tengah terhindar dari ancaman kebakaran,” pungkasnya.

Sebelumnya, pemandu wisata Sasak Ende Kadir menegaskan, langkah antisipasi utama difokuskan pada aktivitas memasak para ibu rumah tangga. Setiap wanita yang memasak, baik menggunakan kayu bakar tradisional maupun kompor gas, diwajibkan untuk tidak meninggalkan area dapur sebelum api dipastikan benar-benar padam.

“Sedangkan untuk para pria, terutama perokok, harus memastikan puntung rokok benar-benar mati sebelum dibuang ke tempat sampah,” tegas Kadir. 

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
damkartan loteng Desa Wisata Sasak Ende Proteksi Mitigasi Bencana Kebakaran