LombokPost - Menjelang perhelatan MotoGP Mandalika 2026 pada 9—11 Oktober, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) bergerak cepat memperkuat kesiapan destinasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.
Penguatan difokuskan pada sistem keamanan, keselamatan darurat, hingga kemudahan layanan keimigrasian untuk menyambut lonjakan wisatawan domestik maupun mancanegara.
General Manager The Mandalika Pari Wijaya menegaskan, status Mandalika sebagai kawasan olahraga dengan hiburan dan gaya hidup kelas dunia harus diimbangi dengan standar keamanan dan ekosistem pendukung yang mumpuni. Tingkat kesiapan destinasi tidak hanya pada pemenuhan standar venue dan infrastruktur.
“Bagaimana memastikan aspek keamanan, keselamatan, dan layanan publik berjalan dengan baik,” ujar Pari, Minggu (13/9).
Baca Juga: Marquez Puncaki Klasemen MotoGP Setelah Menang di San Marino, Bezzecchi Crash, Martin Melorot
Guna mengantisipasi potensi kondisi darurat, ITDC menjalin kerja sama strategis dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Lombok Tengah (Loteng). Kerja sama itu mencakup pemetaan area berisiko, pemeriksaan jalur evakuasi, pemadaman, hingga simulasi kebencanaan bagi para pekerja dan tenant.
“ITDC juga memperkuat operasional Pos Damkar yang siaga di Zona Barat KEK Mandalika,” katanya.
Tak hanya urusan keselamatan fisik, kemudahan administrasi bagi warga asing juga mendapat perhatian khusus. Bersama Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram, ITDC kini menghadirkan ruang layanan keimigrasian di area sentral parkir Bazaar Mandalika.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Start ke-16 di Moto3 San Marino, Misi Bangkit dari Posisi Sulit
Layanan itu beroperasi setiap Selasa dan Kamis untuk melayani perpanjangan visa kunjungan, izin tinggal, Exit Permit Only (EPO), hingga konsultasi keimigrasian bagi wisatawan mancanegara maupun tenaga kerja asing.
Kehadiran pos imigrasi itu dinilai memangkas jarak dan mempermudah urusan administrasi tanpa harus jauh-jauh ke Kota Mataram.
Dari sisi ketertiban kawasan, ITDC turut menggandeng Polda NTB. Kemitraan itu mencakup bantuan pengamanan operasional, penanganan kondisi kontinjensi, peningkatan kapasitas SDM, hingga dukungan penegakan hukum di area kawasan.
Pari menambahkan, sinergi lintas instansi itu merupakan modal penting untuk menciptakan iklim investasi dan pariwisata yang aman.
Baca Juga: MotoGP dan KEK Mandalika Dongkrak Investasi Loteng, Lima Tahun Tembus Rp 17,12 Triliun
“Melalui kolaborasi ini, kami optimistis The Mandalika semakin mantap menjadi The Ultimate Lifestyle Sportstainment Destination yang siap menyambut ajang kelas dunia,” pungkasnya.
Editor : Kimda FaridaSumber : Liputan Berita Lombok Post