LombokPost - Untuk menikmati suasana kerja yang santai, tak melulu harus terkurung di dalam ruangan ber-AC yang kaku.
Di jantung kawasan Kuta Mandalika, The Garden Collective (TGC) hadir menjawab kebutuhan para digital nomad atau pekerja jarak jauh yang memanfaatkan teknologi, serta wisatawan yang ingin tetap produktif tanpa kehilangan atmosfer liburan.
Mengusung konsep open-air workspace yang asri dan cozy, kafe ini mendobrak gaya bekerja konvensional. Sentuhan tanaman hijau yang rimbun dipadu dengan hembusan angin sepoi-sepoi khas pantai Lombok langsung menyapa siapa saja yang datang, menciptakan suasana fokus yang menyegarkan di area terbuka.
Baca Juga: Kafe Kopi Susu Lombok, Sensasi Ngopi Kekinian di Mandalika
Meski masih di tengah hari kerja, hiruk-pikuk aktivitas di tempat ini terasa begitu hidup. Didominasi wisatawan mancanegara, sudut-sudut area terbuka ini dipenuhi beragam dinamika.
Di satu sisi, tampak rombongan turis asing asyik berkumpul, bersenda gurau sembari menikmati hidangan. Sementara itu, di sudut lainnya, para pekerja jarak jauh terlihat khusyuk menatap layar laptop, ditemani segelas Machiatto Latte Ice di meja.
Keheningan dan kenyamanan tempat ini pun diakui oleh para pengunjung mancanegara. Emma Wilson, seorang digital nomad asal Inggris, mengaku sangat menikmati pengalamannya bekerja secara daring di kafe itu. Bekerja seperti ini membuat pikirannya jauh lebih tenang dan segar dibandingkan bekerja di ruangan tertutup.
Baca Juga: Mengintip Uniknya Kawan KopiTiam Mandalika
“Koneksi internetnya juga stabil, es kopinya enak, dan angin sepoi-sepoi di sini bikin betah berjam-jam di depan laptop,” kata Emma singkat.
Sembari mengejar tenggat pekerjaan, pengunjung disuguhi petualangan rasa yang variatif dalam satu area.
Mulai dari sajian kuliner ala Meksiko dengan cita rasa rempah yang kaya dan segar untuk mengganjal perut di sela tugas, hingga gelato manis yang menjadi penyelamat utama saat cuaca Mandalika sedang terik-teriknya.
Tak ketinggalan, deretan menu berkafein andalan di kedai kopi siap menjaga fokus dan energi para pengunjung sepanjang hari.
Kenyamanan para digital nomad ini tak lepas dari keramahan para staf yang sigap melayani. Pegawai kafe Rian mengungkapkan bahwa pihak kafe memang selalu mengutamakan pelayanan yang ramah dan fleksibel agar pengunjung merasa seperti di rumah sendiri.
“Kami paham bahwa mereka yang datang untuk bekerja butuh ketenangan serta pelayanan yang cepat dan responsif, mulai dari urusan stok stop kontak hingga pesanan menu yang tepat waktu,” tutur Rian.
Baca Juga: Pesona Dermaga Kayu Pantai Kuta Mandalika
Menariknya, meski menjadi titik kumpul favorit para turis asing, tempat ini mendobrak stigma bahwa tempat nongkrong di area wisata internasional pasti menguras kantong.
Harga makanan dan minuman di sini terhitung sangat bersahabat dengan kantong mahasiswa maupun pekerja lokal, bahkan tak jauh berbeda dari kafe-kafe di pusat Kota Mataram.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan Berita Lombok Post