LombokPost - Menjelang gelaran MotoGP Mandalika 2026, lonjakan pergerakan udara mulai terjadi di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok. Hingga pertengahan September ini, pengelola bandara tercatat telah mengantongi puluhan permohonan penerbangan non-reguler.
General Manager BIZAM Lombok Aidhil Philip Julian mengungkapkan, antusiasme konektivitas udara menuju Lombok kian menunjukkan tren positif. Pihaknya mencatat sudah ada 66 jadwal penerbangan tambahan yang masuk dalam daftar pelayanan.
“Permintaan penerbangan di luar jadwal reguler yang telah kami terima hingga saat ini menunjukkan adanya peningkatan kebutuhan konektivitas udara menjelang MotoGP 2026,” ujar Aidhil, Sabtu (19/9).
Baca Juga: Jorge Martin Kembali Pimpin Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Austria
Rincian permohonan tersebut mencakup 48 penerbangan tambahan, 11 penyewaan pesawat eksklussif, empat penerbangan dengan perubahan ke pesawat berkapasitas lebih besar, serta tiga penerbangan tanpa penumpang. Meski demikian, Aidhil menegaskan angka tersebut belum final.
“Jumlahnya masih sangat dinamis dan diprediksi terus bertambah mendekati hari pelaksanaan maupun setelah ajang balap berlangsung,” terangnya.
Peningkatan permintaan penerbangan ini sejalan dengan tren pertumbuhan trafik BIZAM sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Data Statistik Lalu Lintas Angkutan Udara (SLLAU) mencatat BIZAM telah melayani 1,8 juta penumpang, tumbuh 15,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, pergerakan pesawat melonjak 28,6 persen mencapai 21.348 pergerakan.
Baca Juga: AC Milan Tak Boleh Menyia-Nyiakan Luka Modric, Ruben Amorim Harus Cari Cara
Guna menyambut kedatangan para pembalap, kru, dan wisatawan internasional, BIZAM tidak hanya mematangkan kapasitas operasional, fasilitas, dan personel. Pihak bandara kini tengah mempercantik area terminal mulai dari pintu kedatangan hingga keberangkatan. Sentuhan citra MotoGP bersama Pertamina dipadukan dengan dekorasi bernuansa kearifan lokal NTB.
“Sehingga para pengguna jasa dapat merasakan atmosfer ajang balap kelas dunia sekaligus kehangatan budaya Lombok sejak pertama kali menginjakkan kaki di bandara,” kata dia.
Tingginya antusiasme transportasi udara ini juga mendapat perhatian khusus dari Direktur Utama InJourney Maya Watono. Ia menegaskan, InJourney terus mendorong koordinasi lintas sektor demi memastikan seluruh kebutuhan wisatawan dapat diantisipasi sejak sebelum kedatangan hingga selama berada di Bumi Gora.
Editor : Kimda FaridaSumber : Liputan