LombokPost - Warga Dusun Sade, Lombok Tengah (Loteng) mulai membangun kembali rumah yang terbakar tanpa menunggu desain rekonstruksi dari pemerintah dan Universitas Mataram rampung.
Pemkab Lombok Tengah memaklumi langkah itu, namun berharap bentuk bangunan tetap mempertahankan arsitektur asli Dusun Sade.
“Masyarakat sudah mulai membangun kerangka rumah. Rupanya tidak tahan menunggu desain yang dihajatkan pemerintah. Kami tahu persis warga butuh tempat tinggal,” ujar Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri kepada Lombok Post, Ahad (20/9).
Baca Juga: MotoGP Jadi Penyemangat Warga Sade Percepat Pembangunan Rumah
Meski demikian, respons cepat warga ini memicu kekhawatiran terjadinya penataan yang bertolak belakang saat rekonstruksi resmi dimulai nanti.
Jika posisi atau struktur bangunan yang didirikan warga bersinggungan dengan perencanaan masterplan, pemerintah harus memikirkan kembali penyesuaiannya.
Pathul berharap bentuk bangunan yang didirikan masyarakat tidak melenceng dari arsitektur asli Dusun Sade sebagai ikon desa adat.
Apabila struktur rumah sudah kembali ke model semula, pemerintah daerah tinggal melanjutkan pembangunan infrastruktur pendukung.
“Kita harapkan bentuknya sama dengan yang dulu. Setelah model awal terbangun, langkah selanjutnya adalah memikirkan sanitasi, sistem kelistrikan, dan penyiapan fasilitas pemadam kebakaran,” jelas politisi Gerindra ini.
Baca Juga: Pemkab Loteng Bantu Perlengkapan Sekolah Anak Sade
Keinginan warga untuk segera menempati hunian yang layak menjadi alasan utama mereka mempercepat pembangunan.
Nelem, salah satu warga terdampak musibah kebakaran Dusun Sade, menuturkan, masyarakat tidak bisa terus-menerus bertahan di tempat pengungsian maupun menumpang di rumah kerabat.
“Makanya langsung gotong royong bikin kerangka rumah kemudian atapnya supaya ada tempat berteduh. Soal desain dari pemerintah nanti kami ikuti, yang penting sekarang anak-anak ndak kehujanan dan kepanasan lagi,” ungkap Nelem.
Baca Juga: Bupati Pathul Resmikan SIHT Lombok Tengah, Penggerak Ekonomi Baru, Serap Ribuan Tenaga Kerja
Meski mendahului proses perancangan desain resmi dari pemerintah daerah, Nelem menegaskan, masyarakat tetap berkomitmen menjaga kelestarian arsitektur lokal.
Pembangunan kerangka rumah hingga atap tetap menggunakan bahan-bahan tradisional serta mempertahankan model bangunan asli Dusun Sade.
“Ndak bakal kita ubah modelnya. Kami cuma mau percepat saja biar bisa segera ditempati, nanti kalau penataan dari pemda turun tinggal disesuaikan,” tegasnya.
Ia pun berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan pada pemenuhan fasilitas dasar yang belum terjangkau swadaya masyarakat, seperti instalasi kelistrikan dan sanitasi.
“Kami paham pemerintah sedang siapkan desain dan anggaran, tapi kebutuhan rumah ini sangat mendesak. Harapan kami nanti pemerintah tinggal bantu rapikan sanitasi dan kelistrikannya seperti yang dijanjikan,” pungkas Nelem.
Editor : Kimda FaridaSumber : Liputan Berita Lombok Post