LombokPost - Dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Tengah menjadi alarm bagi Dinas Kesehatan (Dikes) setempat. Sistem kewaspadaan dini dan respons kesehatan masyarakat kini diperkuat untuk mencegah kejadian serupa meluas.
Langkah itu dilakukan melalui rapat koordinasi dan evaluasi pelaksanaan deteksi dini, preventif, serta respons penyakit tingkat kabupaten/kota di JM Kuta Hotel, Desa Kuta, Pujut, Selasa (22/9).
Kegiatan tersebut melibatkan puskesmas dan rumah sakit se-Loteng, Balai Karantina Kesehatan, serta Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).
Baca Juga: Hasil Uji Sampel Keracunan MBG Belum Terungkap, Enam Dapur SPPG Masih Disuspend
Kepala Bidang P3KL Dikes Loteng Putrawangsa mengatakan, setiap insiden kesehatan harus menjadi bahan evaluasi. Terutama untuk memperbaiki alur deteksi dan penanganan di lapangan.
“Setiap kejadian harus menjadi pembelajaran untuk memperkuat sistem kita ke depan,” tegasnya.
Selama dua hari, peserta mengevaluasi mekanisme deteksi dini, pelaporan, verifikasi kasus, penyelidikan epidemiologi, pengambilan spesimen, pemeriksaan laboratorium, hingga investigasi keamanan pangan.
Baca Juga: Kronologis Keracunan Menu MBG di SDN Beber: Selain Siswa, Guru Ikut Juga jadi Korban
Putrawangsa menekankan pentingnya respons cepat. Indikasi kasus harus segera ditindaklanjuti tanpa menunggu kejadian membesar.
“Sistem deteksi dini harus berjalan dari tingkat puskesmas, kemudian terhubung dengan rumah sakit, laboratorium, dan Dinas Kesehatan,” pungkasnya.
Editor : Kimda FaridaSumber : Liputan Berita Lombok Post