LombokPost - Alun-Alun Tastura Praya mulai dibenahi. Pemkab Lombok Tengah (Loteng) menggelontorkan Rp300 juta untuk pemeliharaan kawasan publik tersebut. Drainase menjadi sasaran utama agar kawasan pusat kota itu tak lagi langganan genangan saat hujan.
Perbaikan dilakukan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim). Kepala Disperkim Loteng Muhammad Supriaddin mengatakan, saluran drainase selama ini kerap meluap ketika hujan turun. Air bahkan menggenangi hingga simpang empat jalan raya di dekat perumahan dinas sekda.
“Air dari saluran kerap meluap saat musim hujan tiba,” kata Supriaddin, Rabu (23/9).
Baca Juga: Dikes Loteng Perkuat Deteksi Keracunan MBG
Selain drainase, anggaran tersebut digunakan untuk membenahi sejumlah fasilitas umum. Di antaranya musala, toilet, jogging track, dan gerbang taman di sisi selatan.
Pekerjaan fisik kini terus berjalan. Progresnya sudah mencapai sekitar 40 persen. Disperkim menargetkan seluruh pekerjaan tuntas pada November mendatang.
Penataan Alun-Alun Tastura kini berada di bawah Disperkim. Sebelumnya, kewenangan pemeliharaan kawasan tersebut berada di Dinas Pariwisata.
Baca Juga: Utang RSUD Praya Rp 23 Miliar, Pelunasan Tunggu Audit
Meski demikian, belum semua fasilitas bisa diperbaiki tahun ini. Air mancur menari yang menjadi salah satu ikon Alun-Alun Tastura masih menunggu anggaran.
Kerusakannya cukup berat. Sistem pompa, instalasi suara, dan lampu hias membutuhkan perbaikan total. “Untuk air mancur menari membutuhkan anggaran sekitar Rp1,4 miliar,” ungkapnya.
Di sisi lain, aktivitas proyek mendapat dukungan pedagang sekitar. Mereka berharap pembenahan membuat kawasan alun-alun lebih tertata dan nyaman bagi pengunjung.
Murniati, salah seorang pedagang di Alun-Alun Tastura, mengaku tidak keberatan dengan keberadaan material proyek di sekitar lokasi. “Kami tentu sangat mendukung agar taman ini makin cantik, rapi, dan nyaman untuk pengunjung,” katanya.
Editor : Kimda FaridaSumber : Liputan Berita Lombok Post