LombokPost — Suasana serah terima pengelolaan Pondok Pesantren Abul Barakat Wannafahat, di Desa Bunkate, Jonggat, Lombok Tengah, Jumat (25/9) diselimuti ketegangan.
Usai menggelar sesi doorstop bersama jajaran wartawan, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi sempat berkeliling meninjau aset pondok pesantren seluas empat hektare lebih tersebut.
Namun, momen tak biasa terjadi sewaktu rombongan melintasi kediaman pimpinan ponpes sebelumnya, TGH Muhammad Imanuddin Sumar.
Mantan Gubernur NTB dua periode itu memilih enggan melangkahkan kaki memasuki rumah pribadi Imanuddin yang berada di dalam area komplek ponpes.
Baca Juga: Bantah Tuduhan Lecehkan Santriwati, Pimpinan Ponpes Abul Barakat Abah Bakal Lapor Balik Yusron
Meski telah dibujuk berulang kali oleh pihak keluarga termasuk istri TGH Imanuddin yang meminta agar TGB berkenan singgah, TGB secara tegas menolak.
Tanpa sepatah kata pun untuk masuk, TGB langsung memutar arah dan melangkah pergi meninggalkan lokasi. Padahal, saat kejadian berlangsung, TGH Imanuddin berada di dalam rumah tersebut.
Sikap dingin dan gestur berbalik arah yang ditunjukkan TGB tersebut diduga kuat merupakan cermin kekecewaan mendalam atas kasus hukum yang menyeret Imanuddin.
Baca Juga: Abah Tak Hadiri Pemeriksaan Dugaan Pelecehan Santri, Pengacara Sebut Kesehatan Klien Menurun
Saat ini, Imanuddin tengah menjadi sorotan publik atas dugaan kasus pelecehan seksual terhadap santri wati, yang mana penanganannya telah resmi dilaporkan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Mataram ke Mapolresta Lombok Tengah.
Editor : Prihadi ZoldicSumber : Liputan