Polda NTB dan ITDC Gelar Simulasi Terpadu, 2.678 Personel Gabungan Siap Amankan MotoGP 2026

Lestari Dewi • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 13:35 WIB
Simulasi Pengamanan dan Kontinjensi Operasi Mandalika Rinjani 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika, The Mandalika, Lombok Tengah, Senin (28/9).
Simulasi Pengamanan dan Kontinjensi Operasi Mandalika Rinjani 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika, The Mandalika, Lombok Tengah, Senin (28/9).

LombokPost – Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 tinggal menghitung hari.

Guna memastikan ajang balap kelas dunia tersebut berlangsung aman dan kondusif, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) bersama Polda NTB dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menggelar Simulasi Pengamanan dan Kontinjensi Operasi Mandalika Rinjani 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika, Senin (28/9).

Simulasi terpadu ini menjadi langkah krusial untuk mematangkan kesiapan koordinasi lintas instansi, personel, hingga respons cepat terhadap berbagai skenario darurat jelang gelaran yang bakal berlangsung pada 9–11 Oktober mendatang.

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 908 personel Polri diterjunkan langsung dalam simulasi ini, didukung oleh 51 unit kendaraan operasional pengamanan dan armada ambulans.

Baca Juga: Atmosfer MotoGP Mandalika 2026 Bergema di Bundaran HI, Kesiapan Sirkuit Capai 95 Persen

Berbagai skenario diperagakan secara intensif—mulai dari penanganan kepadatan penonton, pengamanan gangguan ketertiban, skenario evakuasi, hingga prosedur tanggap darurat di area sirkuit.

Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia sekaligus Direktur Operasi ITDC Troy Reza Warokka, menegaskan bahwa aspek keamanan dan keselamatan menjadi prioritas utama dalam menyambut gelaran bergengsi ini.

MotoGP Mandalika merupakan event berskala internasional yang membutuhkan kesiapan secara menyeluruh—tidak hanya aspek balapan, tetapi juga keamanan, keselamatan, mobilitas, dan pelayanan pengunjung. 

Baca Juga: Polda NTB Antisipasi Penyelundupan Narkoba Jelang MotoGP Mandalika 

"Simulasi ini menjadi bagian penting dari finalisasi kesiapan agar seluruh rangkaian event dapat berlangsung aman dan nyaman," jelas Troy.

Sementara itu, Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja menyampaikan bahwa simulasi ini dirancang untuk memastikan seluruh unsur pengamanan benar-benar siap menjalankan skema Operasi Mandalika Rinjani 2026.

Simulasi pengamanan ini merupakan upaya bersama menciptakan rasa aman di NTB sekaligus mendukung iklim pariwisata internasional. Keberhasilan event ini butuh kolaborasi seluruh pihak—Polri, TNI, Pemda, stakeholder, hingga masyarakat. 

"Mari bersama-sama kita sukseskan dan jaga NTB tetap aman bagi wisatawan," tegas Kalingga.

Pengamanan MotoGP Mandalika 2026 sendiri disiagakan secara intensif dan bertahap melalui tiga fase operasi utama. Tahap awal dimulai dengan Ops Kresna Mandalika pada 19–27 September 2026 yang menerjunkan 200 personel. 

Pengamanan kemudian ditingkatkan pada fase kedua melalui Ops Cipta Mandalika pada 28 September hingga 4 Oktober 2026 dengan menyiagakan 500 personel. 

Baca Juga: MotoGP 2027: Mandalika Masuk Tiga Balapan Penutup, Grand Prix Indonesia Digelar Oktober

Puncaknya, kekuatan penuh diturunkan dalam Ops Mandalika-Rinjani yang berlangsung sepanjang 5–16 Oktober 2026 dengan mengerahkan sebanyak 2.678 personel gabungan untuk mengawal ketat seluruh rangkaian event hingga usai.

Rangkaian persiapan simulasi ini telah dimulai sejak peninjauan lokasi pada Sabtu (26/9), berlanjut ke gladi kotor dan gladi bersih pada Minggu (27/9), hingga puncaknya pada pelaksanaan simulasi utama, Senin (28/9).

Dengan sinergi ketat antara ITDC, jajaran kepolisian, dan seluruh pemangku kepentingan, Kawasan The Mandalika optimistis siap menyambut para pembalap, kru, media, serta puluhan ribu penonton dari seluruh penjuru dunia secara aman, tertib, dan berkesan.

 

 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan
polda ntb Pengamanan simulasi MotoGP Mandalika 2026 ITDC