Pemkab Lombok Tengah Perkuat Mitigasi Kebakaran di Ende

Lestari Dewi • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 09:36 WIB
Wabup Loteng M Nursiah (tengah) menyerahkan bantuan APAR kolaborasi dengan MIM Foundation dan LPS NTB di Desa Wisata Ende, Desa Sengkol, Pujut.
Wabup Loteng M Nursiah (tengah) menyerahkan bantuan APAR kolaborasi dengan MIM Foundation dan LPS NTB di Desa Wisata Ende, Desa Sengkol, Pujut.

 

LombokPost - Pemkab Lombok Tengah memperkuat mitigasi kebakaran di Desa Wisata Ende dengan menyalurkan bantuan alat pemadam api ringan (APAR).

Langkah ini dilakukan untuk melindungi kawasan permukiman adat yang didominasi material mudah terbakar sekaligus menjaga keamanan destinasi wisata budaya.

Bantuan diserahkan langsung Wakil Bupati (Wabup) Loteng M Nursiah, berkolaborasi dengan MIM Foundation dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) NTB.

Penyerahan ini menjadi ikhtiar bersama memperkuat mitigasi serta kesiapsiagaan masyarakat adat terhadap risiko kebakaran.

Baca Juga: Jaga Rumah Adat, Desa Wisata Sasak Ende Perkuat Mitigasi Bencana

Nursiah menegaskan, Desa Wisata Ende memiliki peran vital sebagai salah satu ikon pariwisata budaya daerah. Destinasi ini menjadi jendela utama bagi wisatawan untuk mengenal kehidupan, tradisi, dan kebudayaan masyarakat Sasak tempo dulu.

“Selain menjaga kelestarian adat dan budayanya, aspek keamanan dan keselamatan kawasan juga harus menjadi perhatian bersama,” tegas Nursiah, Rabu (30/9).

Pengalaman musibah kebakaran yang sempat menimpa Desa Wisata Sade menjadi pelajaran berharga bagi Pemkab Lombok Tengah. Peristiwa itu mempertegas pentingnya penanganan dini serta penyediaan sarana mitigasi di permukiman adat yang rentan karena didominasi material tradisional mudah terbakar.

Baca Juga: Pesona Desa Wisata Sasak Ende di Lombok Tengah

Ia berharap ketersediaan APAR di Desa Wisata Ende tidak sekadar menjadi pelengkap, tetapi difungsikan optimal sebagai penanganan awal jika terjadi ancaman kebakaran. “Semoga ikhtiar ini memberikan manfaat besar untuk keamanan masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya kita bersama,” ujarnya.

Pelatihan penggunaan APAR telah dilakukan melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Namun, pelatihan lanjutan dari BPBD dan Damkartan Loteng tetap diperlukan. Kendati jumlah APAR masih terbatas, penempatannya difokuskan pada titik-titik strategis.

Selain penyediaan APAR, penataan instalasi listrik juga menjadi perhatian utama, termasuk wacana penggunaan kabel tanam. Pokdarwis diharapkan aktif mengawasi penggunaan api untuk memasak sehari-hari serta menerapkan aturan larangan merokok di area tertentu.

“Pengawasan, pendampingan, dan pelatihan mitigasi bencana kebakaran harus jelas dan lengkap,” terangnya.

Baca Juga: Komisi IV Usulkan Armada Damkartan Loteng Ditambah

Sebelumnya, Damkartan Loteng telah membuat konsep sistem proteksi kebakaran di Desa Wisata Ende guna memperkuat mitigasi kebencanaan.

Desain itu telah disampaikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pariwisata Loteng untuk diusulkan kepada kementerian atau pemerintah pusat.

“Adapun desain sistem proteksi kebakaran yang dibangun di kawasan tersebut ada empat titik. Yaitu, sisi utara, timur, selatan, dan barat,” kata Kepala Dinas Damkartan Loteng Supardan.

Baca Juga: Menyingkap Makna Ritual Nyemulak di Desa Wisata Sade Lombok Tengah

Selain itu, reservoir air untuk menjamin ketersediaan air karena sistem mitigasi kebakaran itu dilengkapi dengan sistem spray air otomatis. Spray ini aktif setiap satu jam untuk membasahi atap dan lingkungan rumah adat yang terbuat dari kayu dan ilalang. 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
m nursiah desa wisata ende Pemkab Lombok Tengah Wakil Bupati Lombok Tengah Mitigasi Bencana