LombokPost - Kondisi Alun-Alun Tastura Praya mendapat sorotan tajam dari Bupati Lombok Tengah (Loteng).
Sebagai pusat olahraga, hiburan, dan ruang terbuka publik warga, wajah alun-alun dinilai jauh dari kata estetik.
Masalah kebersihan yang minim hingga tata kelola parkir yang amburadul menjadi catatan kritis kepala daerah.
"Sebentar lagi mau ulang tahun Lombok Tengah, tolong ini di cat ulang, perbaiki yang rusak-rusak. Pedagang, pedagang (nada keras, red) ingat sampah dibuang ke tempatnya," cetus Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri dalam sambutan pembukaan Festival Lasqi Loteng, Rabu (30/9).
Baca Juga: Teka-Teki Terjawab! Agnez Mo hingga Judika Siap Guncang MotoGP Mandalika 2026
Wakil Bupati Loteng M Nursiah membenarkan keprihatinan bupati terhadap kondisi salah satu ikon Kota Praya itu. Menurutnya, pembenahan Alun-Alun Tastura menjadi hal yang mendesak agar ruang publik ini lebih layak dan nyaman dikunjungi.
“Alun-Alun Tastura butuh dipercantik,” ujar Nursiah kepada awak media.
Nursiah menegaskan, penataan alun-alun tidak harus megah atau mewah. Yang terpenting adalah menghadirkan suasana yang bersih, aman, ramah, dan nyaman bagi warga. Sebab, Alun-Alun Tastura merupakan wajah strategis daerah yang kerap menjadi cerminan Kota Praya.
Baca Juga: Ini Empat Sasaran Utama Pengamanan MotoGP Mandalika 2026
“Perintah (penataan) ini disampaikan Pak Bupati langsung kepada Kepala Dinas PUPR dan Dinas Perkim,” kata mantan Sekda Loteng itu.
Selain estetika, penataan parkir kendaraan yang serampangan turut menjadi perhatian mendesak. Saat ini, kendaraan pengunjung masih terparkir di sembarang tempat, bahkan berbaur dengan lapak pedagang serta area permainan anak-anak. Kondisi ini membuat suasana alun-alun terkesan semrawut dan membahayakan pengunjung.
“Nanti kita minta Dinas Perhubungan (Dishub) juga untuk menata parkir ini,” tambahnya.
Tak kalah krusial, penanganan tumpukan sampah yang kerap ditinggalkan pengunjung juga disorot tajam. Nursiah meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk bergerak cepat dan tuntas menyelesaikan persoalan kebersihan di kawasan itu.
“Perbanyak juga tempat-tempat sampah, Bupati juga meminta pedagang maupun pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan,” kata Nursiah.
Sebelumnya, Disperkim Loteng menyuntikkan dana pemeliharaan sebesar Rp 300 juta untuk mempercantik Alun-Alun Tastura sekaligus membebaskannya dari ancaman genangan air. Fokus utama perbaikan menyasar sistem saluran drainase.
Baca Juga: Sukseskan MotoGP Mandalika 2026, Bupati Loteng Ajak Perangi Praktik Pungli
Langkah ini krusial untuk mencegah luapan air hujan yang kerap meluber hingga ke simpang empat jalan raya di dekat perumahan dinas Sekda. Anggaran itu juga dialokasikan untuk membenahi deretan fasilitas umum.
“Mulai dari penataan musala, toilet, jogging track, hingga mempercantik gerbang taman di sisi selatan,” ucap Kepala Disperkim Loteng Muhammad Supriaddin.
Namun, air mancur menari yang menjadi ikon Alun-Alun Tastura masih harus beristirahat panjang. Disperkim mengungkapkan, perbaikan total ikon air mancur butuh anggaran jumbo hingga Rp 1,4 miliar karena kerusakan parah pada sistem pompa, instalasi suara, dan lampu hias.
Editor : Kimda FaridaSumber : Liputan Berita Lombok Post