MotoGP Mandalika Magnet Promosi Global

Lestari Dewi • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 10:34 WIB
PROMOSI GLOBAL: Para pembalap MotoGP, Moto2 hingga Moto3 saat mengikuti parade pembalap MotoGP Mandalika 2025 di Kota Mataram, tahun lalu.
PROMOSI GLOBAL: Para pembalap MotoGP, Moto2 hingga Moto3 saat mengikuti parade pembalap MotoGP Mandalika 2025 di Kota Mataram, tahun lalu.

 

LombokPost - Penyelenggaraan MotoGP Mandalika memberikan nilai promosi atau Advertising Value Equivalency (AVE) sebesar 361,6 juta euro atau setara Rp 6,9 triliun bagi NTB dan Indonesia.

Selain memperkuat citra pariwisata, ajang ini juga diperkirakan mendorong perputaran ekonomi hingga Rp 4,7 triliun.

Angka ini terungkap dalam peluncuran Buku MotoGP Mandalika 2025 Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata yang disusun oleh Kementerian PPN/Bappenas bersama PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA).

Nilai AVE sebesar Rp 6,9 triliun itu menegaskan sorotan kamera media internasional ke Mandalika memberikan efek nation branding dan promosi pariwisata luar biasa. Jika dibeli secara komersial, akan menelan biaya sangat tinggi.

Baca Juga: Geliat UMKM Sambut MotoGP Mandalika 2026, Semangat Pedagang Lombok Tengah Meraup Rezeki

Kajian komprehensif itu juga mencatat skor pengalaman penonton mencapai angka tinggi, yakni 5,07 dari skala 6.

Tingginya jangkauan ini diperkirakan bakal mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan ke Lombok hingga 11 persen, dengan potensi tambahan perputaran uang dari belanja wisatawan mencapai Rp 44,5 miliar jika didukung strategi promosi destinasi yang terintegrasi.

Direktur Utama InJourney Maya Watono menegaskan, MotoGP Mandalika kini telah menjadi platform inklusif yang menyatukan sektor olahraga, pariwisata, konektivitas, hingga ekonomi kreatif lokal.

Bagi InJourney, MotoGP Mandalika bukan sekadar event olahraga internasional.

“Karena itu, kami menyambut baik kajian Bappenas yang menunjukkan secara lebih komprehensif bagaimana sebuah event global dapat memberikan multiplier efek bagi ekonomi dan pengembangan destinasi,” terang Maya, Jumat (2/10).

Baca Juga: Pullman Lombok Siapkan Layanan Spesial untuk Pembalap MotoGP Mandalika 2026

Dampak ekonomi langsungnya pun cukup tinggi. Bappenas mengestimasi perputaran ekonomi dari hajatan ini mencapai Rp 2,7 triliun hingga Rp 4,7 triliun.

Berbagai sektor di Lombok dan NTB kecipratan berkah, mulai dari okupansi hotel, jasa transportasi, hingga deretan lapak UMKM lokal.

“Kepuasan para pelaku UMKM dan tenant di area sirkuit pun berada di angka memuaskan, yakni 5,23 dari skala 6,” katanya.

Plt Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar menyebut, sorotan dunia ini harus dimanfaatkan untuk mentransformasi kawasan dari pendapatan yang bergantung pada event menjadi ekosistem yang hidup sepanjang tahun.

MotoGP Mandalika menunjukkan bahwa event olahraga internasional bukan sekadar tontonan, tetapi dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi dan pengembangan kawasan secara berkelanjutan.

“Dampaknya tidak boleh berhenti ketika balapan selesai, tetapi terus dirasakan oleh kawasan dan masyarakat 365 hari dalam setahun,” ujar Fajar.

Promosi besar-besaran ini juga diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal NTB.

Direktur Utama MGPA Ananda Mikola mengungkapkan, panggung balap dunia ini memberikan ruang belajar berharga bagi talenta muda nasional dan lokal.

Baca Juga: Teka-Teki Terjawab! Agnez Mo hingga Judika Siap Guncang MotoGP Mandalika 2026

Menurutnya, kehadiran talenta seperti Veda Ega Pratama dan Mario Aji menunjukkan bahwa event internasional di rumah sendiri bisa menjadi batu loncatan menuju panggung dunia.

“Kami terus memperkuat kualitas penyelenggaraan agar ekosistem motorsport ini terus berkembang,” tandas Ananda.

Terpisah, Wakil Gubernur NTB Indah Damayanti Putri menegaskan, kemegahan ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika tidak boleh berhenti hanya saat deru mesin motor balap bergema di lintasan.

Gelaran kelas dunia itu harus mampu ditransformasikan menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang dampaknya dirasakan masyarakat sepanjang tahun.

Baca Juga: Cetak Rekor, Jimin BTS Jadi Artis Solo K-Pop Terlama di Billboard AS

Wagub menekankan, bagi Bumi Gora, kajian komprehensif dari Bappenas menjadi pijakan krusial untuk menggeser cara pandang terhadap MotoGP.

Bukan sekadar hajatan tahunan yang ramai sesaat, melainkan pengungkit utama pembangunan kawasan dan ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan.

Keberhasilan MotoGP tidak hanya dilihat dari jumlah penonton, tetapi bagaimana citra Mandalika semakin kuat.

“Wisatawan mendapatkan pengalaman yang baik, dan kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah secara berkelanjutan,” ujarnya. 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
promosi global InJourney MotoGP Mandalika MGPA ITDC