LombokPost - Sejumlah pembalap Moto2 dan Moto3 menyambangi SDN 2 Kuta, Pujut, Lombok Tengah, dalam kegiatan Riders to School yang menjadi bagian dari rangkaian MotoGP Indonesia 2026.
Mereka memberikan motivasi kepada para pelajar untuk mengejar cita-cita sekaligus mengedukasi pentingnya keselamatan berkendara sejak dini.
Dalam sesi bincang-bincang di atas panggung, pembalap Indonesia Veda Ega Pratama memberikan motivasi kepada para siswa yang hadir.
Ia mengingatkan bahwa para pelajar beruntung karena kini telah berdiri Sirkuit Mandalika dengan fasilitas yang lengkap untuk mendukung cita-cita menjadi pembalap.
“Kalau memang cita-cita kalian menjadi pembalap, kalian beruntung di sini ada Sirkuit Mandalika dengan fasilitas yang hebat,” kata Veda, Kamis (8/10).
Baca Juga: Resmi Kantongi Homologasi Grade A, Sirkuit Mandalika Siap Gelar MotoGP 2026
Meski demikian, Mario Aji menekankan pentingnya faktor keselamatan dan disiplin. Ia mengajak para generasi muda untuk terus mengejar impian sesuai dengan minat masing-masing dengan tetap mengutamakan kebiasaan yang aman.
Senada dengan itu, pembalap internasional Luca Lunetta juga memberikan pesan semangat. Ia menegaskan, tidak ada hal yang mustahil jika seseorang bersungguh-sungguh dan bekerja keras setiap hari demi memperjuangkan mimpinya.
“Jika itu adalah impian dan tujuanmu, kamu harus berjuang dan bekerja keras setiap hari untuk itu. Bangun setiap pagi dengan impian itu di kepalamu, dan kamu pasti bisa mencapainya,” tutur Luca.
Baca Juga: Geliat Kriya Buatan Tangan di Tengah Kemegahan Mandalika, Pinalo Tembus Pasar Hong Kong
Pembalap dari tim BETA Tools SpeedRS Team ini mengaku sangat senang bisa kembali berkunjung ke Lombok untuk ketiga kalinya.
Menurutnya, setiap kali datang ke Indonesia, ia selalu merasakan suasana yang lebih baik dan pengalaman yang luar biasa.
“Setiap tahun rasanya selalu lebih baik. Saya sangat menyukai orang-orang di sini. Kalian semua selalu memiliki senyuman yang lebar di wajah kalian, dan itu sangat luar biasa,” puji pembalap asal Spanyol itu.
Luca juga memberikan pesan bijak mengenai pentingnya bersyukur dan tetap tersenyum dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Ia mengingatkan para siswa bahwa meski setiap orang pasti mengalami hari-hari yang sulit atau melelahkan, senyuman adalah hal berharga yang harus selalu dijaga.
Kegiatan Riders Go To School ini diharapkan tidak hanya mendekatkan ajang MotoGP dengan masyarakat lokal, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai kerja keras, kedisiplinan, serta kesadaran akan keselamatan berkendara bagi para pelajar sejak dini.
Chairman MotoGP Indonesia 2026 Troy Reza Warokka menjelaskan, program kunjungan sekolah ini membawa misi penting untuk memberikan edukasi mengenai keselamatan berkendara.
Pihaknya pun mengajak beberapa pembalap, terutama dua pembalap Indonesia, untuk bertemu dengan anak-anak sekolah.
“Salah satu pesan utamanya adalah menyampaikan pentingnya keselamatan berkendara sejak dini,” ujar Troy.
Baca Juga: Geliat UMKM Sambut MotoGP Mandalika 2026, Semangat Pedagang Lombok Tengah Meraup Rezeki
Ia menambahkan, perhatian terhadap keselamatan berkendara muncul karena masih maraknya penggunaan sepeda motor roda dua tanpa helm di luar area sirkuit.
Melalui pesan yang disampaikan para pembalap, diharapkan para pelajar dapat mengambil pelajaran berharga untuk menjadi pengendara yang bijak, rajin belajar, serta giat berlatih.
Melalui berbagai side event ini, penyelenggara berharap ajang MotoGP tidak hanya membawa dampak positif dari sektor ekonomi, melainkan memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan sumber daya manusia dan kesadaran masyarakat.
“Ini mempererat hubungan antara gelaran balap kelas dunia dengan masyarakat lokal, khususnya generasi muda di Lombok Tengah,” tutup dia.
Editor : Kimda FaridaSumber : Liputan Berita Lombok Post