LombokPost - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah (Loteng) terus berupaya mendongkrak populasi dan mutu genetik ternak sapi di wilayahnya. Salah satu langkah strategis yang ditempuh yakni dengan menggelar Kontes Sapi Lombok 2026 memperebutkan Piala Bupati Lombok Tengah.
Ajang bergengsi se-Pulau Lombok ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu–Minggu, 24–25 Oktober mendatang di Lapangan Pasar Hewan Barabali, Batukliang. Tak tanggung-tanggung, panitia telah menyiapkan total hadiah hingga Rp 75 juta plus uang pembinaan bagi para pemenang.
Plt Kepala Dinas Pertanian (Distan) Loteng Zainal Arifin mengungkapkan, kontes ini dirancang untuk memicu minat dan gairah masyarakat agar giat membudidayakan sapi jenis eksotik. “Sehingga populasi ternak di Lombok Tengah terus meningkat,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (9/10).
Baca Juga: MotoGP Diharapkan Dongkrak Pajak Loteng, Target Pajak Naik Rp 62 Miliar Jadi Rp 320 Miliar
Zainal membeberkan, berdasarkan data sementara hingga September 2026, populasi sapi di Loteng tercatat mencapai 175 ribu ekor. Jumlah itu mencakup ternak yang dipelihara secara mandiri oleh peternak maupun melalui kelompok tani ternak.
Meski angka populasi terbilang cukup besar, pemkab menilai perlu ada lompatan kualitas genetik melalui pengembangan sapi eksotik, seperti jenis Simmental, Limousin, atau Brahman. Pasalnya, sapi jenis ini menawarkan nilai ekonomis yang jauh lebih tinggi ketimbang sapi lokal biasa atau sapi Bali.
Sapi eksotik itu, kata dia, merupakan bibit unggul dengan genetik yang bagus dan bobot jauh lebih besar. Keunggulannya terletak pada pertambahan bobot badan yang cepat dan harga jual daging yang lebih tinggi. “Bisa langsung meningkatkan kesejahteraan peternak,” terangnya.
Baca Juga: Kasus Dugaan Pemalsuan Sertifikat, Kuasa Hukum Desak BPN Loteng Buka Warkah
Ia menegaskan, ketergantungan pada sapi Bali saja tidak cukup untuk menjaga ketahanan pangan dan target swasembada daging di masa depan. Sebab itu, pembibitan sapi eksotik harus mulai dimasifkan di Gumi Tastura.
Sebagai informasi, panitia membuka pendaftaran kontes ternak se-Pulau Lombok mulai 1–20 Oktober. Dilanjutkan dengan proses daftar ulang pada 10–24 Oktober. Dalam ajang ini, terdapat lima kategori yang dilombakan untuk para peternak lokal.
Kategori pertama adalah Kelas Ekstrem Bebas dengan ketentuan umur bebas dan berat minimal 700 kg. Kategori kedua yakni Pejantan Eksotik Poel 1, umur bebas, berat minimal 400 kg, disusul kategori Calon Pejantan Eksotik, Non-Poel, umur 6–24 bulan.
“Dua kategori sisanya diperuntukkan bagi pedet non-poel berumur 6–12 bulan, yaitu Pedet Eksotik Jantan dan Pedet Eksotik Betina,” jelas dia.
Melalui semangat “Sapi Unggul, Peternak Sejahtera, Lombok Tengah Maju”, kegiatan yang didukung oleh Asosiasi BEEF-NTB ini diharapkan menjadi wadah silaturahmi sekaligus ajang unjuk gigi bagi para peternak hebat di Pulau Seribu Masjid.
Editor : Pujo NugrohoSumber : Liputan Berita Lombok Post