ITDC Rebranding Masjid Nurul Bilad

Lestari Dewi • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 08:38 WIB
NILAI SPIRITUAL: Plt Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar (paling tengah) berfoto bersama Wabup Loteng M Nursiah (empat kiri) usai meresmikan identitas baru Masjid Nurul Bilad Mandalika di Desa Kuta, Pujut, Loteng, Sabtu (10/10).
NILAI SPIRITUAL: Plt Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar (paling tengah) berfoto bersama Wabup Loteng M Nursiah (empat kiri) usai meresmikan identitas baru Masjid Nurul Bilad Mandalika di Desa Kuta, Pujut, Loteng, Sabtu (10/10).

 

LombokPost - Pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika terus dimantapkan. Pengelolaannya tidak hanya berfokus pada pengembangan sarana fisik, infrastruktur, dan pariwisata.

Pengembangan nilai-nilai spiritual dan ekonomi berbasis syariah kini turut diperkuat melalui kolaborasi strategis antara InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).

Wakil Bupati (Wabup) Loteng M Nursiah mengungkapkan, langkah rebranding yang menghubungkan nama besar BSI dengan keberadaan Masjid Nurul Bilad menjadi momen penting dalam perjalanan pengelolaan kawasan Mandalika.

“Artinya, ITDC dengan salah satu pembangunan yang sangat pertama kali adalah pembangunan masjid. Kami yakin jajaran direksi ITDC dan BSI bukan saja melihat fisik bank, tetapi manfaat serta rohnya dalam mengelola usaha,” ujar Nursiah, Sabtu (10/10).

Baca Juga: ITDC Perluas Pilihan Akomodasi MotoGP Mandalika 2026

Nursiah menambahkan, Pemkab Loteng senantiasa memfasilitasi serta mendukung koordinasi lintas lembaga demi mengoptimalkan dampak positif keberadaan investasi di daerah.

Kolaborasi itu diharapkan mampu membawa kemaslahatan nyata bagi masyarakat, khususnya para nasabah maupun mitra investasi di NTB.

“Insyaallah dengan rebranding ini menjadi nilai tambah bagi brand ITDC melalui Masjid Nurul Bilad. Harapan kita ke depan, kerja sama ini memberi manfaat pasti bagi manajemen ITDC, BSI, dan utamanya masyarakat luas,” tandasnya.

Plt Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar menjelaskan, kerja sama strategis ini merupakan wujud nyata kolaborasi antar-BUMN di bawah payung Danareksa.

Baca Juga: Tembus 157.875 Orang, MotoGP Mandalika 2026 Pecahkan Rekor Penonton Terbanyak

Pihaknya menilai sentuhan layanan perbankan syariah sangat relevan dengan karakteristik daerah NTB yang dikenal dengan julukan Pulau Seribu Masjid.

“Kebetulan kalau masjid cocoknya lebih ke syariah, apalagi NTB terkenal sebagai daerah seribu masjid,” jelas Ahmad Fajar.

Ia memaparkan, kontribusi BSI dalam tahap awal ini tidak sebatas pada penempelan logo, melainkan menyasar peningkatan kenyamanan jemaah dan fasilitas tempat ibadah.

Perbaikan dilakukan mulai dari penyediaan karpet, penataan area wudu, hingga pembenahan atap selasar pelindung dari cuaca panas dan hujan.

Sebagai bank Himbara syariah, kata dia, hadirnya BSI di Mandalika diharapkan dapat memenuhi berbagai kebutuhan operasional masjid dan masyarakat.

“Hasil pengelolaan syariah dan bagi hasilnya sebagian bisa kembali untuk pemeliharaan masjid dan kemaslahatan masyarakat sekitar,” pungkasnya. 

 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
masjid nurul bilad mandalika Lombok Tengah BSI spiritual ITDC